1.Definisi

Marotibul amal adalah Bertingkatnya lahan amal kita, dengan istilah singkatnya, kebertahapan kita dalam beramal. Mengapa perlu bertahap? Karena setiap fase dalam hidup kita sangat berbeda dari masa satu ke masa yang lain. Ikhwanul Muslimin tidak memiliki tujuan yang direka-reka . Namun Islam memang mengharuskan kaum muslimin mewujudkan tujuan-tujuannya yang berjuang dan berkorban dengan harta dan jiwa. Di antara tujuan-tujuan ini, ada yang berkaitan dengan individu, baik laki-laki maupun perempuan, ada yang berhubungan dengan keluarga, ada yang berhubungan dengan pekerjaan, ada yang berhubungan masyarakat, ada yang berhubungan dengan pemerintahan, ada yang berhubungan dengan politik, ekonomi, militer, pendidikan, dan media massa. Ada diantaranya merupakan jangka pendek, jangka panjang, dan tujuan antara, ada yang merupakan tujuan materi, ada pula yang merupakan tujuan non materi.

2.Tingkatan

Berdasarkan uraian diatas perlulah kita membuat semacam perencanaan awal. Dalam risalah ta’lim ustadz Hasan Al Banna mengatakan, “Ringkasnya, kita menginginkan pribadi muslim, rumah tangga Muslim, masyarakat muslim, pemerintahan Islam dan Negara yang memandu negara-negara Islam, yang menyatukan ragam kaum muslimin, mengembalikan kejayaannya, merebut kembali tanah air yang hilang, yang terempas dan negeri yang pernah dirampok. Selanjutnya, Negara itu akan mengibarkan panji jihad dan dakwah Islam, sehingga dunia ini akan damai di bawah ajaran Islam.

Sebenarnya kita memiliki 2 tujuan pokok :

a)Membebaskan negeri Islam dari semua kekuasaan asing. Ini merupakan hak asasi bagi setiap manusi yang tidak di ingkari kecuali oleh mereka yang dzalim, kejam dan tiran.

b)Menegakkan di atas tanah ini Negara Islam yang merdeka, yang memberlakukan hukum-hukum Islam, menerapkan undang-undang sosialnya, memproklamirkan prinsip-prinsiup dan nilai-nilainya, dan menyampaikan dakwah Islam dengan bijaksana kepada seluruh umat manusia.

Adapun tingkatan amal (marotibul amal) itu adalah

a)Islahun nafs ( Perbaikan diri sendiri), sehingga ia menjadi orang yang kuat fisiknya, kokh akhlaqnya, luas wawasannya, mampu mencari penghidupan, selamat akidahnya, benar ibadahnya, pejuang bagi dirinya sendiri, penuh perhatian akan waktunya, rapi urusannya, dan bermanfaat bagi orang lain. Itu semua harus dimiliki oleh masing-masing al –akh.

b)( Bina’ul baiti Muslim ) = Pembentukan keluarga Muslim, yaitu dengan mengkondisikan keluarga agar menghargai fikrphnya, menjaga etika Islam dalam setiap aktivitas kehidupan rumah tangganya; memilih istri yang baik, dan menjelaskan kepadanya hak dan kewajiban; mendiidk anak-anak dan oembantunya dengan didikan yang baik, serta membimbing mereka denagn prinsip-prinso Islam.

c) Bimbingan masyarakat; yakni denagn menyebrakanb dakwah. Memerangi perilaku yang kotor dan mungkar, mendukung perilaku utama, amar ma’;ruf dan nahi mungkar. Bersegera mengerjakan kebaikan, menggiring opini umum untuk memahami fikroh Islamiyah dan mencelup praktek kehidupan dengannya terus menerus. Itu semua adalah kewajiban bagi jamah sebagai institusi yang dinamis.

d)Pembebasan tanah air dari setiap pengausa asing – non Islam – baik secara politik, ekonomi, mauoun moral.

e)Memperbaiki kleadaan pemerintah sehingga mejadi pemerintahan Islam yang baik. Dengan begitu ia dapat memainkan perannya sebagai pelayan ummat, dan pekerja yang bekerja demi kemaslahatan mereka mereka. Pemerintahan Islam adalah pemerintahan yang anggotanya terdiri dari kaum muslimin yang menunaikan kewajiban-kewajiban Islam, tidak berterang-terangan dengan kemaksiatan, dan konsisten merepakna hokum-hukum serta ajaran-ajaran Islam.

f)Usaha mempersiapakan seluruh asset negeri di dunia ini untuk kemaslahatan Islam. Demkian itu dengan cara membebaskan seluruh negeri, membangun kejayaannyaan, menegakkan peradabannya, dan menyatukan kata-katanya, sehingga dapat mengembalikan klewibawaan khilafah yang hilang, dan terwujud persatuan ummat yang yang di impikan bersama.

g)Ustadziatul Alam = penegakkan kepemimpinan dunia dengan penyebaran dakwah Isla ke seantero negeri.

“ Sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama seluruhnya milik Alloh .” ( Qs Al anfal ; 39)

“ Dan Alloh enggan kecuali agar cahaya-Nya menjadi sempurna. “ ( Qs At-Taubah ; 32)


“ Dan Alloh menangkan setiap urusan-Nya, akan tetapi kebanyakan orang tidak mengetahuinya. “