“ Pocongan………….!!!! ” Larii……!!!!” Begitulah riuh teriakan anak-anak TPA bada sholat isya sore itu, muka mereka pucat pasi, tapi anehnya diantara mereka ada yang tertawa terbahak-bahak. Ehm.. rupanya cuma adegan takut menakuti satu sama lain [Huu dasar anak-anak].

Merebaknya ketakutan anak-anak zaman sekarang pada barang begituan, kedok biangnya adalah sistem kapitalisme pendidikan yang memaksa mereka untuk mempunyai brain image seperti itu. Dengan pemblok-upan media yang luar biasa gencarnya khususnya televisi, ingin rasanya tangan ini memblock opini public seperti itu, walau mungkin block up dari tulisan ini ga ada artinya kalo ga di block up tulisan yang lain, namanya juga amal jama’i jadi harus bersama-sama dilakukan, paling tidak pastikan diri kita menjadi salah satu elemen dari secuil harapan itu, pendongkrak kapitalisme modern. Lets begin…

Begitu mengerikannya yang disebut “ hantu”, tapi disisi lain sosok hantu ini merupakan salah satu sosok pemuas jiwa konsumerisme. Sehingga film apapun yang bertajuk horror dan misteri selalu laku terjual habis di pasaran. Di tengah bergulatnya arus globalisasi 2020, seakan negara ini berjalan mundur, tak tentu arah. Ok.ok kita sadar negara ini sedang sakit. So apakah kita juga mau sakit juga, [ jangan bilang “ mau” ya ? ].

Salah satu bagian dari tauhid adalah mempercayai kekuatan 4JJI adalah kekuatan yang terbesar dari kekuatan apapun, termasuk jin, iblis dan malaikat. Juga termasuk didalamnya kekuatan-kekuatan hantu. Sejauh mana nilai tauhid ini bersatu dengan sifat Roja’ ( harapan ) dan khauf (takut ). Aktivis dakwah pergi ke WC aja minta ditemenin, karena takut hantu. Wagh perlu dipertanyakan tuh nilai ketauhidannya. Dan kamu tidak termasuk didalamnya khan …?

Berkaca pada diri sendiri, semoga bisa memberikan ibroh yang berarti. Hantu, pocongan, nyi roro kidul, sundel bolong, genderuwo, wewe gombel, mak lampir, thuyul, gundul pringis, jay langkung, nyi blorong, vampire, drakula, adalah deretan nama hantu di Jawa. May be ada nama-nama hantu lain yang tidak saya kenal. Whetever apapun itu, saya ga percaya akan keberadaannya di muka bumi ini. Tapi satu hal yang saya percaya ada jin, iblis dan malaikat yang memang hidup di alam ghaib sana. Terimakasih untuk umi dan abi yang telah menaruh pendidikan ini didiriku.

Pernah berjumpa dengan hantu?. Bercerita tentang hantu, teringat di kost lama Annisa, malam itu pukul 02.00 WIB waktu dini hari, ibadah yaumiyah yang mensuplay energi saya kembali saya tunaikan. Sehabis mengambil air wudhu, kemudian saya sholat di kamar. Tata letak kamar saya, ada sebuah tempat tidur busa tanpa dipan, disampingnya persis ada 2 almari pakaian, posisi sholat saya tepat sejajar dengan pintu masuk kamar. Kamar yang dihuni oleh 2 akhwat, saya sekamar dengan si Aries. Aries masih terlelap di kasur busa (memang Jadwal waktu QL kami ga sama). Waktu itu baru ngencar-ngencarnya ngejar target hapal juz 30, untuk mengeceknya hafalan surat baru di pake untuk sholat QL, saat itu masih di di rekaat ke 7, di hafalan surat yang saya anggap rumit kala itu yaitu Al Bayinah.

sundel.jpg
Tidak ada angin, tidak ada gemerincing lonceng, tiba-tiba terdengar suara tangis perempuan merintih, merintih semakin lama semakin jelas. Pada mulanya saya ga begitu nganggap adanya suara tersebut, tapi lama kelamaan bulu kuduk saya berdiri semua, sampai QS Al Bayinah yang saya baca berantakan semua, lompat-lompat semua ayatnya. Waduw kacaw..!. Dan tanpa kusadari tangan ini bergemetar dengan sendirinya, bisik hati waktu itu, “ Gimana segh Mel, kamu tuh lagi menghadap Sang Kekasih kenapa pikirannya kemana-mana,” Suara hati bagai angin lalu saja, Wagh ga bisa konsen blas!. Akhirnya kuputuskan untuk mengganti surat pendeknya, menjadi surat yang sudah benar-benar saya hafal. Tidak mantap hanya sekedar suara sirr (rendah ) tapi dibalik dengan menggunakan suara Zahr ( keras).

Pfiuh.. dengan perjuangan hebat melawan rasa takut dalam diri, akhirnya suara tangisan tadi perlahan menghilang, Alhamdulillah bisik hatiku, serasa mendapat kemenangan yang besar, tapi ada yang aneh pada saat sujud, O0w Tidaaaaaaaak.. !! Robbi,.. kalaulah benar hari ini menjadi akhir hidupku, aku rela ya 4JJI. Aku ingin mati dalam keadaan bersimpuh kepadaMu, aku pasrah ya Robb., Benar aku pasrah, andai nanti aku dicabik-cabik olehnya aku ikhlas, yang penting engkau menyayangiku dalam nafas terakhirku. Kulantunkan kalimat itu, dengan takut setakut-takutnya perihal kumelirik ke arah pintu, pintu dengan jelas dibuka oleh seorang wanita berpakaian merah dengan rambut keriting terurai ke depan. Untung saja sholatku dalam keadaan bersujud, sehingga saya ga tahu persis wajah hantu perempuan itu, yang konon katanya setiap hantu selalu berwajah menyeramkan dan mengerikan.

Lama sekali kubersujud dan mengulang dengan kata-kata yang sama, si hantu perempuan ga juga beranjak dari muka pintu. Wagh gimana ini Tuhan, kutetap memantapkan doa-ku dengan QS Yasin dan QS Al Ikhlas, samping kumencari tempat Aries tidur. “ Ries Bangun lah, tolong aku neeh…!” Tapi yang dilirik tetap juga ga bangun, kembali memantapkan doa lama banget. Alhamdulillah sekarang langkahnya menjauh dan menutup pintu, dan akhirnya sholatku kuakhiri. Setelah melipat mukena, kedekatkan tubuhku ke arah Aries dan menutup seluruh tubuh dengan selimut. Ya ampyun, malam ini aku bertemu hantu, dan memalukan sekali ternyata aku penakut. Sebenarnya dalam hati, masih sangsi dengan peristiwa yang barusan tadi, dan ga mungkin lah diceritakan.
Pagi harinya, setelah sholat subuh berjamaah All Annisa’s, masing-masing orang sibuk dengan tilawah. Setelah tilawah, piket bersama.

Di waktu piket bersama, mbak-mbak kost ngebicarain peristiwa tadi malam, mereka juga mendengar suara tangis rintihan yang sama. Ku tetap diam saja, sampai akhirnya ada mbak kost yang bercerita, “ Wagh waktu itu imel baru QL khan?, ga merasa ada yang aneh??, mbak dengar pas kamu ambil wudhu..”. Waduw ketahuan degh, akhirnya memaksaku untuk bercerita. “ Iya mbak, bla,.. bla .. “. O0w tahu-tahu salah satu mbak kost tertawa, wagh aneh ada orang ketakutan koq malah tertawa. “Kenapa mbak??”. Yang masuk kamar imel dan menunggu sujudnya imel lama sekali itu aku Mel..”. Serasa dsambar petir, wee.. ternyata bukan hantu perempuan yang berada di depan pintu kamarku. “Mbak heran Mel, kenapa imeL sujudnya lama sekali..!” .

Wagh jahat sekali mbak ini, menakut-nakuti orang saja, akhirnya kupukuli bahunya, Huu… “ Klo malam rambutnya ya mbok di ikat mbak… “ dan yang laen ikut tertawa. Tapi yang suara tangis rintihan itu, anak –anak penghuni kost pada dengar semua. Ehm itulah sepenggal cerita imeL ketemu hantu, tapi cuma suaranya doang. Hehe syukurlah..

Jin, apakah engkau mencintainya?
Jin adalah makhluk alam ghoib yang sama dengan manusia, diantara mereka ada yang taat dan ada yang ingkar akan perintah Tuhannya. Pada dasarnya hantu dan sejenisnya adalah bentuk penyerupaan jin, ia bisa berubah wujud apa saja. Dan bahkan ketika engkau pernah bertemu dengan nenek atau ayah atau keluarga dekat yang telah meninggal tapi koq tahu-tahu bisa menongol di depan mata atau lewat mimpi, itu juga hasil rekayasa jin. Koq bisa? Ya bisa. Jin ada yang bernama Qorin, jin inilah yang menyertai kita kemana-pun kita pergi, bahkan ia tahu akan sifat dan sikap kita. Sehingga ia bisa meniru gaya apapun dari kita, khan jinnya udah “ ma’rifah” banget dengan kita. Setiap orang dikawal jin Qorin, so jangan heran kalo suatu saat koq bisa bertemu dengan orang yang sudah mati, sikapi dengan dewasa dan jangan takut oce, boz!!.
Bagaimana dengan kemasukan jin? Yup sedikit ngomong tentang kemasukan jin. Tanda-tanda orang yang kemasukan jin, saya mendapat materinya pas bedah buku yang ngebahas TBC, Thakhayul Bid’ah and Churofat (ch = kh ), diantaranya.
1). Berpenyakit malas terhadap aktivitas religious, ex Sholat,
baca Qur’an, bersilaturahmi, syuro’ etc
2). Sebel dengan aktivitas religious, ex Ngaji, baca Qur’an, orang yang khutbah, baca buku ruhani
3). Mau muntah dan ga mau ngedengerin adzan bahkan yang tingkat parah ga bisa ngedenger adzan.
4). Syusyah menghafal Qur’an dan sebel denger bacaan Qur’an, kalau baca sedikit saja mata udah terasa pedas dan ngantuk.
Suka melamun ga jelas
5). Mata kosong menerawang, ga ada orientasi bahkan ada yang sering marah-marah sendiri.
6). Klo sholat ga konsentrasi
7). Tindihan kalo pas tidur

Kalau kamu punya cirri-ciri diatas segera perbagus amalan yaumiyah dan dzikir ma’tsurot. Ga perlu rughyah, rughyah oleh diri sediri dulu, baru kalo dirasa memang parah baru minta dirughyah oleh orang lain. Rughyah syar’iah tentunya, bukan rughyah yang malah sesat.

Fenomena musuh 4jji yang membuat makar telah diluncurkan, dengan mengidentikkan ustadz dengan pemburu hantu, wagh jelas-jelas ghazwul fikr yang nyata. Jangan percaya degh..ustadz yang ngetrend di TV itu mencium aroma yang berbeda di setiap ruangan perihal ada jin-nya atau makhluk halusnya.

Sebelum datang ke Yogya. Saya ga percaya adanya orang kesurupan dan orang kemasukan jin, suer!. Tapi ada 2 kajadian yang mengkaburkan kepercayaanku itu, yang pertama saya masih di An-nisa, si Aries pulang dari kampus letih dan gusar banget, ternyata ada temannya yang kesurupan alias kemasukan jin, egh bukan ding jinnya udah masuk ke tubuh temannya tadi, dan sekarang sedang berkontraksi. Gejalanya menangis meraung-raung ga bisa dihentikan, di pegangi tangannyapun ia masih berontak. Aries mengajakku untuk merughyahnya dengan membacakan ayat-ayat pilihan Al-Qur’an. Tapi saya ga mau, takut !. Karena waktu itu saya lagi ga sholat, ntar malah jinnya masuk ke saya lagi wagh bisa gawat, [hehe dasar penakut!!]. Sebenarnya motivasinya ga sekedar “ takut “ segh, pernah dengar hadist ini, Janganlah kamu minta rughyah dan merughyah orang lain karena 40 hari sholatmu ga diterima, hem walaupun saya belum menyelidiki keabsahan hadist ini tapi saya tetep merasa, sebaiknya jangan dilakukan duluw..

Temannya Aries otomatis juga temannya imeL. Ternyata cerita punya cerita, ia dimasukin jin oleh pacar lamanya, ia memutuskan untuk putus dengan pacarnya tersebut karena ia tahu klo pacaran itu dilarang, tapi maybe mutusnya caranya kurang bijak kali ye, sehingga pacarnya tadi sakit hati akhirnya mendatangi dukun, dan dukun tadi menyambut baik [ ya iyalah!] dan memberikan jin itu dan menanamnya di (maaph) alat kelamin si teman Aries. So setiap ia rughyah di tempat Ust Fadlan atau Ust Sayyid ia selalu ditanyain, “ Gimana mbak, udah nikah belum..??” Karena yang bisa menyembuhkan kambuhnya kontraksi jin dalam tubuhnya hanya menikah. Dan Alhamdulillah, sekarang sudah menikah. Dan gejala kambuhnya sudah ga ada lagi. Ada yang tahu kenapa kog begini?

Lagee, saya punya teman akhwat (sekarang pake cadar) yang kemasukan jin dalam tubuhnya, waktu itu ia cerita ia sering menangis sendiri pas ada siaran langsung runghyah massal di televisi, kejadian itu ga sekali ia alami. Dan kebetulan ia maen ke Karima, waktu itu kita mau belajar kelompok. Di ruang sebelah kamar saya kami ngobrol, iseng saja, nasyidnya JV masih bergaung dari tape kamarku, akhirnya saya ganti dengan kaset rughyah ust Fadlan. Diluar perkiraan, si akhwat tahu-tahu nangis dan menjerit-jerit ga karuan, seisi Karima panik, saya juga. Seperti layaknya mensupport team kesayangan AC MILAN, saya pun ikut menjerit “Ayo lawan.. sheva..!” tapi ini beda “ Ayo lawan ukh..! anti harus kuat..!!” . Melihatnya “ngoser-ngoser” dan meraung-raung menangis saya ga tega juga, akhirnya tape dimatikan. Kebetulan sekali, teman baru dari diklat jurnalistik di Balairung meng-sms, “ Rughyah masal dan bedah buku rughyagh syar’iyah bersama Ust baja hitam ( julukannya ust Sayyid) ahad ini di Poltekes YK”. Kebetulan sekali, akhirnya saya ajak kesana.

Sebelum nyampe di Poltekes dekat Mirota Godean, keblusuk tapi alhamdulillah akhirnya nyampe juga ke Poltekesnya. Sebelum ia di rughyah , ia sudah mengejak pulang, wee.. sia-sia dunk keblusuknya, saya ngotot pengen ia sembuh segera, kasihan juga kalo seperti ini, sering melamun di kelas, ga jelas. Akhirnya acara pertama bedah buku (saya lupa buku apa yang dibedah), setelah pending sholat dhuhur diteruskan dengan rughyah massal, egh ia ngajak pulang lagi tanganku di pegang erat dan ia nangis. Eits.. ini bukan karakter si akhwat ini. Ehm masih juga tak paksa, dengan segala cara lobi dan setelah lama dilobi ternyata mau.
Peserta rughyah lumayan banyak, dikasih hijab antara ikhwan dan akhwat, hijab yang tinggi. Peserta disuruh konsentrasi, ayat-ayat yang dibacakan ga asing lagi bagi saya, ya seputar dzikir ma’tsurot, beneran saya ga mau dirughyah, cuma nganterin aja. Tibalah 5 menit pertama, diluar perkiraan saya, saya baru mempersiapkan plastik tempat untuk berludah para peserta, teman saya itu sudah “ngoser-ngoser “ menangis, meraung dan menjerit, sementara itu yang lain juga mempunyai reaksi yang sama.
ketakutan yang teramat besar saya alami, bayangkan isi ruangan bagian akhwat 50 orang menyeringai giginya bareng, berteriak bareng, menangis bareng, menggertak bareng, ada yang seperti menari kecak tari Bali, ada yang menggereng ga jelas, ada yang merasa kesakitan. Ya Robb, istighfar dan doa terus terlantunkan. Saya pun disuruh panitia, menjadi mendadak panitia, menyiapkan segala sesuatunya memegangi yang di rughyah, bahkan ada 3 panitia yang harusnya menghandle acara inti ini, malah harus dirughyah juga, menangis dan memecahkan gelas. Ada panitia akhwat yang kemasukan jin juga, yang sebelum dimasukin jin ia dikenal sebagai akhwat yang pendiam dan ga gokil tahu-tahu ia menjadi akhwat genit. Asli ribut banget.. pfiugh rrgghh,,… saatnya bukan menjadi penakut! Ayo lawan Mel…!!
Teman saya itu juga berteriak dan punggungnya di timpuk oleh perughyahnya dengan keras sekali (perughyahnya pake sarung tangan tebal), dengan lafadz, “ Inna lloha sayubtiluh”, saya hafal karena lafadz itu diucapkan berkali-kali.
Bagian yang disuruh megangi adalah bagian jempol kaki kiri dan tangan bawah jempol tangan, ga tahu juga kenapa bagian yang itu yang disuruh megang. Ia tetap berontak, bahkan cincin saya, “oleh-oleh” Abi dari Mekkah dengan mata cincin bola yang diatasnya ada kurungan bolanya (kayak bola bisbol) hancur berkeping-keping karena menahan berontaknya. Hiks padahal itu 23 karat! (hhe material girls!).
Ustadznya bilang, “ Hei Jin ayo cepat keluar! Itu khan bukan tempatmu, kesana pergi! Kamu ini jin muslim ataui jin Kristen?” sambil menimbuk punggung teman saya. Dan satu persatu jin teman saya keluar. Keluarnya jin itu lewat mulut dalam bentuk muntahan air liur, dan ditampung di plastik. Wegh saya pernah dengar dari ust Satori, kalau rughyah sebaiknya ga ngajak bicara ama jinnnya, soalnya ia akan merasa diakui keexistensiannya di tubuh itu. Kata Ust Sayyid, jin di tempat teman saya itu diikat di rahim. Usut punya usut, jin tadi juga jin pemberian dan bukan jin yang memang jinnya nemplek langsung ditubuhnya. Jin pemberian teman chatnya yang katanya segh bilang suka ma dia, tapi si akhwat ga mau. Tuh friends, hati hati klo chat.

Lagee, anak MIPA 05 –pun juga ada yang mengalami kasus yang sama, kambuhtnya pas di MMU tahun lalu, begitu mendengar sobat saya takmir MMU memulai mengimami sholat pas takbir ia langsung menjerit di bagian sekertariatan akhwat, waduw.. kayaknya ia bakat banget jadi pemburu hantu tuh.[ maaph :D]. Dan sekarang si akhwat sedang melakukan terapi pengobatan juga. Kita doakan bersama semoga cepat sembuh.

Kalo merasa tanda-tanda kemasukan jin segera rughyah diri sendiri, dengan memperbanyak dzikir. Tips mencegah jin masuk dalam tubuh:
1). Rajin tilawah n dzikir untuk menjaga jernihnya ruhiyah diri.
2). Konsentrasi dalam sholat ( tuma’ninah)
3) Berdoa sebelum masuk ke WC, pake sandal klo ke WC, karena masuknya jin lewat pori-pori kaki, dan WC adalah tempat berdiamnya jin
5). Perketat ibadah yaumiyah, dan perbanyak ta’awudz.
6) Hindari dukun dan paranormal

“ Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari golongan jin, tapi jin menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat “ ( QS Al Jinn :6)

Ini pertanda, seberapa lebar jilbabmu, seberapa hebat dirimu ada kemungkinan untuk kemasukan jin, hanya orang yang mempunyai kedekatan denganNya saja yang bisa lepas dari gangguan jin ( halah..!). Setidaknya itu kesimpulan dari tulisan dan pengamatan saya :D.