Teropong Kedewasaan (bag 2)
Tidak sadar atau bahkan lalai akan penciptaannya, manusia kini telah menjadi sesosok jiwa yang disegani diseantero alam semesta. Berbagai fase pembentukan dirinya telah ia lewati dengan mantap. Seperti yang dinukilkan dalam salah satu hadist Arbain An-nawawi yang ke-4 tentang asal-usul manusia.
Abu Abdurrahman Abdullah Bin Mas’ud berkata :” Bahwa Rasululloh saw telah bersabda dan beliaulah yang selalu benar dan yang dibenarkan.
“ Sesungguhnya tiap ornag diantara kamu dikumpulkan pembentukannya (kejadiannya) di dalam rahim ibunya dalam 40 hari berupa nutfah kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga (40 hari, kemudian menjadi gumpalan seperti sekerat daging, selama iu juga, kemudian diutuskan kepadanya Malaikat, maka ia meniupkan ruh padanya dan diperintahkan (untuk menulis) 4 perkara : 1. Ditentukan rejekinya, 2. Ajalnya 3. Amalnya (pekerjaannya), 4. Ia celaka atau bahagia.”
Tahap pembentukan manusia yang lumayan kompleks untuk menjadi sesosok bayi dan penerus peradapan. Beranjak dewasa menjadi sebuah jiwa yang peka sosial, pencetak peradaban, dan bahkan sebaliknya perusak peradaban dan sampah masyarakat. Dewasa, dimaknai dengan 2 makna, dewasa jasadi dan dewasa aqli. Dewasa jasadi menitikberatkan pada kedewasaan usia, sedangkan dewasa aqli lebih dititikberatkan pada kedewasaan berpikir.
Kata orang, dewasa adalah suatu pilihan. Apakah ini mutlak benar. Ketika seseorang memutuskan untuk menjalani hidup sebagai seorang yang dewasa,akhirnya ia harus melihat konsekuensi yang akan dihadapinya.
Dewasa, unreal variabel dalam pemaknaan tiap orang tidak bisa diukur tingkat kedewasaannya berdasarkan satu sudut pandang saja. Dari serentetan peristiwa yang ia alami selama sehari besamanya, bukan tolak ukur kedewasaan seseorang.
Sekali lagi kedewasaan sangatlah nisbi ukurannya. Sebenernya tolak ukur kedewasaan lebih dititik beratkan pada bagaimana seseorang lihai menghadapi permasalahan hidup, tentu saja dengan gaya pemikiran yang khas dan bijak. Kadang, dewasa salah diartikan sebagai sedikitnya sikap seseorang yang tenang, diam, dan tenggelam. Berkaca dari kalimat tersebut, bagaimana ia sikap dewasa itu berada pada seseorang yang mempunyai temperamen aktif dan ceria. Tentu saja itu tidaklah benar adanya. Sesorang yang mempunyai sikap kekanak-kanakan misalnya sering lonjak-lonjak belum tentu orang itu tidak dewasa. Boleh jadi, ia lebih dewasa menyikapi masalah daripada orang yang pendiam dan nonaktif person. Sulit memang, mendeteksinya.
” Kemaren hari milad anty ya?, terus mengingat semakin bertambah usia sementara dosa masih menggunung, tambah dewasa ya Mel….”
Begitulah sms dari seorang sahabat. Ya, tepat sekali semoga tambah dewasa, selalu ada untuk setiap ucapan selamat hari ulang tahun, entah siapa yang memulai tapi memang begitulah kenyataanya. Sepertinya kedewasaan seseorang sangat krusial dalam kehidupan seseorang, selalu seperti inikah?
Terkadang saya keheranan sendiri dengan sikap seorang sahabat lagi, ketika temen lain tidak seide dengan dia berbagai argumen akan dilontarkan dan dihunuskan kepada orang tersebut, dan apakah ini sikap yang dewasa? Atau ketika di suatu pedesaan yang terjadi sengketa tanah dengan pihak pemerintah, masyarakat disana lebih memilih untuk melakukan’pendudukan’areal tanah dengan menghalangi setiap titik pusat jalan yang menuju wilayah itu, apakah ini juga masyarakat yang dewasa?
Banyak ternyata definisi ’dewasa’ ini, mungkin sangat kompleks hingga timbul definisi baru, dewasa tidak tergantung usia. Ya, saya sepenuhnya sangat setuju dengan ini. Ada juga cara untuk meng-upgrade kedewasaan seseorang, seperti di lansir dari pendapat Ika seorang pelajar SMU mengatakan bahwa, ” Berteman dan saling berbagi dengan orang lain membuat saya semakin dewasa menyikapi hidup”. Berbeda lagi, dengan Roy pelajar SMU yang sama, ” Menurut saya, dewasa adalah kita bijak dalam segala permasalahan, klo sekarang ya pacar-lah yang membuat saya dewasa ”. Ups, pacaran !!!???. Wahyu, mahasiswa Kimia UGM juga turut andil dalam pembicaraan ini menambahkan ” Berorganisasi akan bisa menambah pola kedewasaan kita.”
Terlepas dari melihat potret remaja kita, dewasa diperlukan proses, dan proses akan lebih cepat terjadi jika interaksi dan komunikasi dengan orang lain. Seperti yang dikatakan wahyu, berorganisasi sebagai alternatif yang paling efisien, karena disini ia akan berproses mengelola emosi, ketenangan berpikir, dan serentetan manfaat yang lain. Dewasa butuh proses.
Dewasa adalah pilihan, sedang tua adalah kepastian, tapi yakinlah kedewasaan adalah kebutuhan, bukan paksaan dan keharusan. Jalani saja hidup ini, memaksakan diri berperilaku dewasa sangat tidak mengenakkan, tapi apa harus ditinggalkan. Nikmati saja hidup ini… jangan dipaksa kalau memang tidak bisa, tetapi untuk sebuah kebutuhan harus ada pemaksaan disana jika ingin kebutuhan itu cepat terpenuhi. Teringta, akan tausiyah pak Basuki Abdurrahman kemaren pas acara mabit refleksi tahun baru 1 Muharram 1427 H, sebuah beban harus bisa dikondisikan menjadi kewajiban, kewajiban harus bisa dikondisikan sebagai kebutuhan, kebutuhan bisa dikondisikan sebagai kesyukuran, dan kesyukuran harus bisa dikondisikan menjadi sebuah kecintaan. Dan kecintaan akan melahirkan sesuatu kenyamanan.
So Teropong kedewasaan sangat perlu kita ciptakan, lewat berbagai diskusi dan komunikasi. Pastikan diri kita melangkah menjadi lebih dewasa tanpa lupa dengan koridor yang ada, Qur’an dan Sunnah.
subhanallah
subhanallah
terlintas dalam pikiranku,hal yang jauh sekali aku pikiirkan setelah aku bersama mb imel tadi.
kesungguhan keyakinan keoptimisan yang membuatku semakin bercermin pada saudarku sendiri.
ya aku yang belu bisa seperti mb ,wida yang blm bs sekaffah mb ,wida yg blm bgt bnyk mengerti dunia yg slma ini ingn ku terjuni.ya dakwah
terlalu banyak yg hrs di pkrkan tuk terjun dlm dunia ini sehinnga membuatku tak dapat maju seperti roket yang melaju sgt cepat.Aku ingin seperti kalian akhwat akhwat keren aku ingin melebur dalam dunia kalian bersama menggapai ridho ILLAHI ,
TP DGN NIAT KESUNGGUHAN,KEIKHLASAN.KEYAKINAN BUKAN KARENA ORANG LAIN TAPI KARENA ALLAH.
Terlihat aku yang dh tarbiyah lama tapi ap ang aku dapati belu beluuum ada
hanya kesedihan yang memikatku’
Mb yang rasanya aku punya sense sama tapi dalamnya aku belum seperti mb yang sungguh siqqoh dengan jalan ini.
Aku ingin menjadi bagian orang seperti kalian tapi aku harus mulai dari mana,terlalu sering aku mengatakan memulai yang baru sejak sma tapi hingga sekarang aku belum berhasil.
MB SUBHANALLAH begitu banyak nikmat yanhg Allah berikan tuk ku ,dgn org2 terpilih yang membuatku terkagum ,tapi aku belum bisa seperti kalian.
Y kisah diatas ukhuwah ,ghiroh kalian membuatku semakin membuatku bangkit ‘moga kelak aku bisa seperti kalian tidak untuk 1,2 thn lg tapi hari minggu bulan bah kan detik mini sekalipun ku beranjak
Jazzakillah,
DALAM BISIKU AKU PENGIN BANGET KE UI ke ipb krna saudar terdekat akhwat sma ku disana semua aku ingin ketemu mereka,tapi ini hanya sekedar main aj.moga aja besok aku dapat kesana dengan membawa misi seperti kalian tidak hanya untuk keegoisan sendiri .tapi untuk kepentingan ummat ya dakwah mwnyeru kebenaran,amar maruf nahi munkar
Mb
moga langit masih berwarna biru dan matahari masih terbit dari timur ,dan ku tak terlambat tu dataaang menyapa kalian.
semangat,pengorbanan,dan kesungguhan mb subhanallah
aku tak bisa berkata lagi ,pokoknya keren ikhwah MIpa deh aku dah mulai sedih ,terlalu kecil diriku ini tuk terus bermuhasabah dan melihat cermin bening saudaraku seperti mb ,terlalu banyak noda yang menempel dalam cermin ku hingga sampai tak terlihat diriku sendiri.
mb tetap semangat ,terus berjuang ,karena hidup tuk terus berjuang demi ridho illahi ,terus dan terus jangan lelah jangan mengeluh selama kau masih dapat pijakan kakimu di bumi Allah ini
kukan mencoba tuk terus mengejar mb dgn membawa barisan baru kelak di belakangku yaitu ade ade baru angk 06 besok.dan mb terus melangkah ke depan , menjemput impian menggapai asa .meniti kehiduapn yang kian menantang
jazakillah sekali lg 2 jam bersama mb kaya konser aj ,bayar lho entar he he. sholat dulu afwan mb
wassalamualikum
ehm…
jazakillah de’ kami akan menanti kiprahmu lagi di dunia MIPA ini, semoga alloh memberi keteguhan kepada kita. Dan dengan melihat ade’ ane kembali bersemanagt ya saling menyemangati yak..! luv u forever
Wah, bagus banget ini untuk jadi bahan renungan.
Mbak saya minta izin kutip yah postnya, buat saya tampilkan di situs daya