Wisuda ke-2, Im Feeling Blue

Hari itu 28 April 2010, hari yang cerah namun semuanya tampak biru, sebiru hati. Entah kenapa, wisuda kali ini berbeda rasanya. Setelah menyelesaikan 15 bulan kuliah di pasca sarjana UGM dan predikat cumlaude, pelepasan wisuda pasca sarjana ini terasa berbeda dengan wisuda sarjana tahun 2008 lalu. Kalau S1 dulu, berpemikiran akan masih lama di UGM karena memang berencanan lanjut ke S2. Kalau S2 ini ga akan lanjut ke S3, im feeling blue, oh my almamater. Apalagi saat Hymne Gadjahmada ini dilantunkan, tak terasa air mata berderai. Saya tidak tahu apakah ini bawaan ibu hamil yang secara hormonal sangat sensitif atau bukan. Yang jelas saya merasa, sepertinya akan jauh dari UGM, hiks hiks.. :-( .

Bakti kami mahasiswa Gadjah Mada semua
Ku berjanji memenuhi panggilan bangsaku
Di dalam Pancasila jiwa seluruh nusaku
Kujunjung kebudayaanmu kejayaan Indonesia….

Bagi kami almamater kuberjanji setia..
Kupenuhi dharma bakti tuk Ibu Pertiwi
Di dalam persatuan jiwa seluruh bangsaku..
Kujunjung kebudayaan kejayaan Nusantara…

Toga Wisuda

Di Wisuda itupun, saya cewek sendiri diantara wisudawan fisika :-D ,its no prob. Tanggung jawab sebagai alumni pasca sarjana Gadjahmada pun, kuhayati lewat sumpah alumni Gadjahmada. Tetapi sayang, untuk sumpah nomor 5 saya tidak bisa berucap keras dan lantang, karena itu susah untuk dilakukan :D .Terakhir kali saat nama saya di bacakan dan diberikan ijazah serta piagam, saya sangat berterimakasih tak terkira kepada, kedua orang tua, suami, dan dosen pembimbingku yang menjadikan mimpi ini nyata, sungguh tak ternilai perjuangan kalian :) .

Pada wisuda ini pun prosesinya berjalan lebih khusyuk, dulu pas S1 euforia sangat jelasm hingga momen foto-foto seakan tak hneti oleh prosesi wisuda. Anyway, dalam wisdua ini pun diwisuda pula bapak menteri Hukum dan HAM RI masa SBY, bapak Patrialis Akbar :D. Dan yang terakhir setiap ilmu, semakin kita mempunyainya banyak, makin banyak pula kewajiban kita untuk menyampaikannya. Karena ilmu adalah cahaya, makin disebar makin menjadi penerang hidup. Semoga dengan segera menemukan media menyalurkan dan menghidupkan kembali cahaya itu. Amieen.. Wish Me Luck, Everybody.. :)

Hampa Hati

Sudahlah.. katakan saja kau tak tahu apa itu hampa
Sudahlah.. katakan saja kau tak tahu apa yang kurasa
Sudahlah cukup sudah aku dan hujan ini yang tahu
Betapa rasa ini menyiksa dan teruus menyiksa


Tidak, aku tidak ingin jadi wanita penuntut
atau ksatria tegar tanpa teteskan air mata
yang bisa kulakukan berbisik pada gemerincik hujan
yang suaranya makin didengar makin mengusik jiwa
walau begitu mereka tahu diri ini sedih memelihara rasa ini


Klise!! ku hanya ingin kau tahu, betapa ku butuh dirimu
bisakah kau merinduku, sebelum kumerindumu…
Denyut rahim ini ternyata bisa mendengarkan hampa hati ini
Aghh.. lagi lagi ku hanya bisa bertanya pada awan yang berjalan
Dan kuhanya bisa mengadu padaNya, luaskan kasihMu lebih untukku disini

Yogyakarta, 05 Mei 2010

(Saat sendu tak menentu, saat hujan tak mereda jua)

Hadist Tentang Keutamaan Abu Bakar

Tulisan ini berdasarkan resume dari buku ‘Mengenal Keutamaan Mutiara Zaman” karangan Hamd in Abdullah Bin Ibrahim Al-Humaidi penerbit Darul Haq, semoga resume ini berguna untuk semua :)


1. Apabila Rasulullah akan menunjuk seseorang untuk menduduki jabatan tersebut, pasti akan dikatakannya dengan jelas dan tegas dan tidak dengan
samar-samar. Dalam hal ini seorang cucu Imam Ali yang bernama Hasan Al-Muthanna bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib, ketika ditanyakan kepadanya, apakah hadits :

“Man Kuntu Maulahu Fa Aliyyun Maulahu “. itu merupakan Nash pengangkatan Imam Ali sebagai Khalifah, bila Rasulullah wafat ?. Beliau menjawab : Apabila yang dimaksud oleh Rasulullah itu kekhalifahan sesudahnya, maka beliau akan berkata dengan jelas sebagai berikut : “ Hai orang-orang, ini adalah penggantiku yang akan memimpin kalian sesudahku, maka dengarkanlah dia dan patuhi “.


Kemudian lanjut cucu Imam Ali tersebut : “ Saya bersumpah demi Allah, andaikata Allah dan Rasul Nya menunjuk dan memilih Ali untuk menduduki jabatan Khalifah tersebut, dan kemudian Ali tidak melaksanakannya, maka beliau adalah orang pertama yang meninggalkan perintah Allah dan Rasul Nya”.


Ketika penanya bertanya lagi : “Tidakkah Rasulullah pernah berkata : “Man Kuntu Maulahu Fa Aliyyun Maulahu ?”. Beliaupun langsung menjawab: “ Demi Allah, apabila yang dimaksud Rasulullah itu mengenai Khalifah, maka beliau akan berkata dengan terang dan jelas, sebagaimana beliau menjelaskan mengenai shalat dan zakat, dan akan berkata : “ Hai orang-orang sesungguhnya Ali adalah pemimpin kalian sesudahku dan dia yang akan meneruskan perjuanganku”.


Itulah jawaban cucu Imam Ali mengenai hadits tersebut dan sekaligus sebagai petunjuk dari beliau mengenai tidak adanya wasiat dari Rasulullah SAW mengenai pengganti beliau. Andaikata maksud hadits tersebut sebagai penunjukan dan pengangkatan Imam Ali sebagai Khalifah bila Rasulullah wafat, sebagaimana yang diyakini oleh pengikut Ibin Saba’, maka pasti hadits tersebut akan menjadi pokok pembahasan dalam pertemuan di Sagifah Bani Saidah. Sedang kenyataannya tidak satu orangpun yang menyebut-nyebut hadits itu. Hal mana karena hadits tersebut memang tidak ada hubungannya dengan kekhalifahan, dan faham yang demikian itu sudah menjadi keyakinan kaum Muslimin saat itu, termasuk keyakinan Imam Ali dan Ahlul Bait yang lain. Bahkan apabila hadits tersebut, dimaksudkan sebagai penunjukan dan pengangkatan Imam Ali sebagai Khalifah bila Rasulullah wafat, maka pertemuan untuk memilih Khalifah di Sagifah Bani Saidah tidak akan terjadi atau tidak sampai diadakan, sebab otomatis begitu Rasulullah wafat, Imam Ali langsung menjadi Khalifah, sebab beliau sudah diangkat oleh Rasulullah.

2. Anas meriwayatkan dari Abu Bakar bahwa ia berkata, “ saya pernah berkata kepada Rosululloh ketika kami berasa di dalam gua, “ Sekiranya salah seorang melihat kea rah telapak kakinya pasti ia melihat kita!” Beliau berkata, “ Bagaimana perkiraanmu wahai Abu Bakar jika ada dua hamba sedang Allah yang ketiganya “ (sedang Allah melindunginya)


3. Aisyah meriwayatkan bahwa Rosululloh pernah berbicara kepadanya saat beliau sakit
“ Panggillah Abu bakar kemari, ayahmu dan saudara lelakimu agara aku bisa menulis pesan, sebab aku khawatir aka muncul orang yang berharap lalu berkata, “ Aku lebih berhak. Sesungguhnya Allah dan segenap kaum mukminin hanya rela menerima Abu Bakar.”


4. Jubeir Bin Muth’im meriwayatkan ‘ Seorang wanita datang menemui Rosululloh , kemudian Rosululloh menyuruhnya agar datang di lain hari. Wanita itu bertanya: “ Bagaimana jika nantinya aku tidak menemuimu lagi?


“ Maksudnya bagaimana bila beliau telah wafat, Rosululloh menjawab: “ Jika engkau tidak menemuiku maka Temuilah Abu Bakar “


5. Sedangkan hadist mutawatir yang menjelaskan keutamaan Abu Bakar adalah
“ Andaikata aku akan mengangkat seorang khalil (kekasih) dari umatku niscaya aku angkat Abu Bakar, tetapi cukuplah sebagai saudara dan sahabatku. Sungguh Allah telah menganggkat sahabat kalian ini (maksudnya diri beliau sendiri-pen) menjadi khalil-Nya”



6. Dan telah diriwayatkan pula dari sejumlah sahabat, diantaranya Abdullah bin Mas’ud, Au said Al Khudri, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Az-Zubeir dan lainnya. Dalam sebuah riwayat telah disebutykan salah satu keutamaan beliau masuk surge dari delapan pintunya,. Sebagaimana disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ia berkata, Abu Akar berkata, “ Ayah ibuku menjadi tebusannya wahai Rosuylulloh cukuplah seorang dipanggil dari salah satu pintu tersebut, lalu adakah yang di panggil dr seluruh pintu?” Rosululloh menjawab. “ Ada, dan saya harao engkau termasuk orang yang dipanggil dari seluruh pintu wahai Abu Bakar!”



7. Dan diantara keutamaannya beliau adalah beliaulah yang menginfakkan seluruh hartanya fi sabilillah, Oleh sebab itu Rosululloh berkata, “Sesungguhnya yang paling besar jasanya padaku dalam persahabatan dan hartanya adalah Abu Bakar”

Subhanallah, begitu mulianya seorang khalifah Abu bakar, walau dengan kepemimpinannya selama 3 tahun, namun perubahan besar serta semangat jundi yang berkobar tinggi selalu ada, lantas bagaimana dengan kita?? *Menunduk Maluw Tak Berdaya*

Jakarta Circumstances

plazagal.jpgplazagal.jpgplazagal.jpg

Tanggal 7 Februari 2010, pertama kali saya menginjakkan kaki di ibukota negeri ini, Jakarta. Keberangkatan saya dari jogja hari minggu pagi dengan menggunakan kereta api taksaka. Perjalanan terasa menyenangkan karena ditemani suami :D .Ini untuk kali kedua perjalanan saya menggunakan kereta setelah sebelumnya ke Bandung dalam rangka seminar internasional di Bandung. Menjelang maghrib kami sudah tiba di Jakarta. Hari pertama di sini, udara paginya terasa menyesakkan dada, penuh dengan asap kendaraan, padahal saya tidak berada di pinggir jalan melainkan di rumah kontrakan. Apalagi siang harinya panasnya sangat menyengat jauh beda dengan panasnya Jogja.

Mulai beradaptasi dengan teriknya udara Jakarta, dengan segala ornament yang ada disini, memuat hidup kaya makna. Walaupun kemana-mana harus jalan kaki, namun terasa mengasyikkan karena bersama yayank. Pertama kali saya ke pasar, beli tempe yang belum matang, saya tanya, “ ini berapa bang”, abangnya jawab, “ Goceng neng..” sambil meladeni pembeli lain, dan saya masih terbengong-bengong, goceng itu berapa?, saya beranikan lagi bertanya, “Berapa bang??” sampai 3 kali abangnya bilang hal yang sama. Batinku berkata, susah sekali jadi orang Jakarta, semua kata katanya tidak kumengerti ditambah lagi ngomongnya cepet-cepet lagi. Abangnya akhirnya tahu muka gusarku, dia menunjukkan 5 jari yang artinya lima ribu, woalah baru tahu saya bahasa isyarat emang lebih mudah dimengerti :D. Berbeda daerah ternyata berbeda pula tipikal orangnya, orang Jakarta sini cenderung ringas, alias cepat berjalannya, cepat logikanya dan cepat dialeknya.

“ Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata. untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah)”. (Qs 50 : 7 -8)



Dan Mulai sejak saat itu, saya pindah urusan tarbawi pula di jakarta. Subhanalloh, pertama kalo mencari surat transfer dan sebagainya, menjadikan diri ini menjadi lebih qowi dibanding dengan sebelumnya. Dan ikhwah di Jakarta sini, lebih harokers ternyata, karena untuk liqo saja harus menempuh berjauh-jauh tempatnya, sudah begitu harus merogoh kocek yang ga terlalu sedikit. Dan lebih nyamannya, disini saya bergabung liqonya dengan ibu-ibu, sehingga lebih bagus untuk kebutuhan ruhiyah dan psikis saya.

Amanah Cinta

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk dan patuh kepada Engkau dan jadikanlah anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha penerima tobat lagi Maha Penyayang” (QS Al-Baqoroh : 128)




Alhamdulillah, segala syukur tercurah untukNya, atas segala limpahan karuniaNya yang tidak ternilai dengan apapun juga. Salah satu karunia itu adalah kehamilahku yang kini menginjak usia 4 bulan. Saya mengetahui saat saya hamil di minggu ke empat, saya merasakan perih dan rasa melilit yang sangat di perut sebelah kiri saya. Seminggu sebelumnya nafsu makan saya bertambah sangat banyak dan sangat banyak, berasa lapar dan lapar terus.ketika suami pulang mingguan dari Jakarta, kami menyempatkan diri untuk periksa kandungan. Sebenarya saya tidak tahu apakah saya hamil atau tidak, malah saya mengiranya ada kelainan di dalam rahim saya sehingga perih. Sampai-sampai saya berpikiran negatif kalau sakit yang kurasa di perut sebelah kiri bawah ini adalah kista. Doa malam dalam tahajud selalu terlantun dan berharap semoga semuanya baik-baik saja, atau pun apabila dikasih suatu penyakit, penyakit itu bisa disembuhkan dengan segera.

Sabtu, 5 Desember 2009 saya dan suami mencari Rumah sakit ibu anak yang ada dokter kandungan perempuannya, karena mungkin hari sabtu merupakan hari libur PNS dari 5 hari kerja, sulit sekali menemukan dokter kandungan perempuan. Saya hampir putus asa, takut sekaligus frustasi dengan sakit di rahim saya, karena selama ini yang saya dengar sakit perut bagian sebelah kiri bawah pertanda kista. Tanpa sepengetahuan saya suami berinisiatif menelfon JIH (Jogja International Hospital) dan Alhamdulillah diisana ada dokter ginekologi perempuan, namanya Dr. Enny. Akhirnya kami bertolak kesana, kami menunggu antrian sangat lama mulai dari jam 13.00-17.00 WIB. Kami menunggu giliran, hasil lab, dan USG dengan hati deg-degan ga karuan. Dokter agak bingung dengan hasil USG apakah saya hamil atau bukan, memang terjadi pelebaran rahim namun belum tahu isinya apa, hanya semacam pelebaran saja dan saya untungnya membawa kalender haid, tertanda disana 31 oktober haid saya lingkari sebagai tanda haid terakhir saya, saya pun tidak sadar ternyata saya terlambat 4 minggu, terus kami diminta untuk menunggu hasil lab. Kami berdua hanya bisa dzikir, pasrah, dan tawakal apapun hasilnya harus diterima dengan sabar dan ikhlas. Tetapi di luar dugaan kami, dokter bilang bahwa hasil USG dan hasil lab menunjukkan saya hamil, betapa berita itu sangat mengejutkan dan segera kami mengucap syukur Alhamdulillah atas kehamilan ini. Usia kehamilan saya waktu itu belum bisa dideteksi karena janin nya masih sangat kecil, hanya berpegang pada hari terakhir haid, jadi usia kehamilan saya 4 minggu.

Dr Enny, dokter yang sangat baik dan ramah sekaligus pintar. Begitu tahu ada tanda-tanda janin di rahim saya, saya diberi wejangan dari A-Z. Mulai dari tidak boleh meminum minuman yang bersoda, makanan seafood, makanan fastfood, makanan ber-MSG, makanan berpengawet dan ber-pewarna, makanan yang tidak diolah alias lalapan, makanan yang disinyalir mengandung formalin bakso dan mie ayam, alkohol, merokok, bau rokok, bau bensin, buah yang tidak dikupas, dan makanan yang dibakar ex sate. Itu semua di gunakan sebagai antisipasi terjadinya kecacatan pada janin, sedang buah yang tidak dikupas, sate kambing, serta lalapan berpotensi terjangkitinya tokso, selain memegang kucing tanpa mencuci tangan ketika mau makan, berinteraksi dengan kucing yang mungkin kucing tadi masih meninggalkan kotoran kering di badannya, yang pada intinya tokso mudah sekali menyebar pada kotoran kucing yang kering. Tokso juga sebenarnya bukan berasal dari kucing saja, angsa, burung, kambing juga berpotensi untuk menimbulkan tokso, kuncinya adalah kebersihan tangan dan diri sebelum makan begitu beliau menambahkan. Disamping itu harus mengkonsumsi susu hamil yang mengandung banyak folat, untuk perkembangan janin yang normal. Saya diberi wejangan panjang dan lebar cukup ternganga, banyak sekali makanan yang harus saya kurangi agar janin ini sehat. Saya juga punya buku pegangan kehamilan, saya punya 3 buku yang mengupas tuntas kehamilan, saya cocokkan dan saya pelajari dalam-dalam.


Tri semester awal kehamilan, minggu ke minggu selalu saya catat di notes HP saya. Berikut beberapa kutipannya, 7 minggu usia kehamilan pada tanggal 26 Desember 2009 panjang janin 0,97 cm, saya mual yang teramat sangat, muntah-muntah di pagi hari, dan maunya makanan yang berkuah yang segar, saya waktu itu maunya soto saja. Semua jenis soto mulai dari soto jogja, soto klaten, soto betawi, soto padang, soto banjar, soto madura, soto lamongan, coto makasar, dsb. Saya mengabaikan dokter tentang makanan ber-MSG sedapat mungkin saya lobi penjual sotonya untuk tidak member MSG, tetapi ada kalanya permintaan itu gagal di-ijinkan karena MSG-nya udah bercampur dengan kuahnya, kalau sudah begini saya juga terima saja. Kalau dikasih makanan lain muntah-muntah, dan setelah muntah biasanya lemes banget, padahal saya waktu itu harus kejar tayang mengejar dosen untuk bimbingan tesis. Begitu selanjutnya sampai kehamilan saya 10 minggu. Banyak teman-teman saya yang menyelamati, memberi banyak wejangan, dan kadang saya agak risih dengan wejangannya, jangan naik motor, jangan naik-turun tangga, jangan kecapekan, jangan begadang terlalu malam, jangan ini, jangan itu, lama-lama saya stress, karena ya begitulah aktivitas saya sehari-hari, mau ga kayak gitu ya ga selesei tesis saya dan kuliah saya pada waktu yang telah dijadwalkan. Padahal saya harus cepet selesei, dan kuliah beres untuk bisa membersamai suami di Jakarta sedang saya sendiri sepertinya tidak kuat menghadapi kehamilan awal sendiri di Jogja. Jarak yang jauh diantara kami, dan hanya memungkinkan bertemu 2 pekan sekali, sangat tidak menentu rasanya dan membuat saya sering menangis sendiri menahan rasa rindu, cemas, dan entahlah apa namanya. Memang, ada kalanya kita butuh untuk cuek atas nasehat yang tidak membangun asal kita yakin kita kuat dan sehat, lakukanlah apa saja asal pas capek langsung istirahat. Sebagai bumil alias ibu hamil harus sadar, kita sekarang bukanlah diri kita sendiri tapi ada nyawa yang harus di rawat di tubuh kita selain kita.


Usia kehamilan saya menginjak minggu ke 11, yang dahulunya suka soto sekarang berganti dengan mie ayam, wagh padahal mie ayam dilarang dokter sedang kalau saya membuatnya sendiri di dapur rasanya mau muntah begitu pegang bawang putih. Begitu juga pas di rumah mertua, masak tempe ama udang goreng saja saya muntah-muntah karena tersengar bau bawang putih. Pada minggu ini panjang janin 4,21 cm. Treetment pada usia kandungan ini, adalah tes tokso dan rubella. Alhamdulillah saya negatif untuk keduanya. Untuk tokso bisa diobati dengan menggunakan antibiotic dan perawatan intens, sedangkan untuk rubella tidak bisa diobati yang akan berdampak pada pendengaran dan penglihatan janin. Walau saya di rumah punya 3 kucing Romy, Rulay dan Bobby yang selalu saya kasih makan layaknya manusia, 3x sehari Alhamdulillah saya negative tokso. Dokter memberi wejangan lagi makannya harus teratur, bergizi, buah dan sayur yang banyak karena keduanya bisa memperbanyak volume air ketuban sehingga membantu persalinan nantinya, dan juga minum susu rutin 2x sehari. Masa-masa kehamilan ini sungguh sangat membukakan pintu hati saya, bahwa begitu besar jasa seorang ibu, merawat mendidik sampai membesarkan kita segedhe ini, kedekatan saya dengan ibu saya di kampung jadi sangat terasa dengan adanya kehamilan ini.


“ Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepadamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian berangsur-angsur kamu sampailah kepada kedewasaan. Diantara kamu ada yang di wafatkan dan ada pula yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya ia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya.. “
(QS Al Hajj:5)




Hari itu tanggal 30 januari 2010, saya kram perut, tidak bisa berdiri tegak dan perut mules, tidak bisa BAB, dan hanya mau tiduran saja, ternyata setelah didiskusikan dengan teman-teman diplurk saya kebanyakan makan pisang yang berakibat konstipasi,dan hari sebelumnya melakukan aktivitas yang berat yaitu bukain garasi-nya yangti yang sudah aus, sehingga berat untuk dibuka, saya buka tutup garasi yang berat itu hampir 8 kali dalam seharinya, dan itu yang saya sinyalir penyebab kram perut saya, solusinya istirahat seharian. Untungnya pas hari sabtu, jadi tidak ada aktivitas akademik di kampus. Saya dan suami melakuka kontrol kehamilan lagi pada saat usia kehamilan 13 minggu, hari itu sabtu, 6 Februari 2010, panjang janin 6,15 cm. Treatment pada minggu ini adalah test DS (Down Sindrom) test ini bertujuan untuk mendeteksi adanya kerusakan otak (idiot) pada janin, jika dalam USG ditemui serabut putih di kepala bawah janin maka disinyalir janinnya kena DS. Alhamdulillah, saya juga negative DS.


Ketika usia kehamilan saya 12 minggu sampai sekarang 16 minggu saya sudah jarang muntah, dan saya bertolak membersamai suami di Jakarta. Kuliah sedah selesei, tinggal menunggu wisuda, hidup lebih stabil, banyak makan, dan insya Allah lebih tenang. Ternyata memang benar, hakikat suami istri untuk lebih menentramkan hidup dan saling membuat ketenangan diantara keduanya. Dan memang sebaiknya pada masa-masa kehamilan, sebagai bumil harus selalu bahagia dan energik serta berpikiran positif, karena kehamilan adalah anugrah terindah bagi seorang wanita. Semoga kami bisa menjaga amanah cinta ini sampai dia lahir dan dewasa hingga menjadi jundi/jundiyah penegak kalimatullah dan generasi Robbani.

Sukses~Direncanakan & Diusahakan!

Sebelumnya, lagi lagi saya minta maaf atas tidak kenyamanan pengunjung, yang melihat tidak ada postingan baru. Dikarenakan direktur Bening Hati sedang menjalani masa masa mengejar ujian pendadaran tesis. Alhamdulillah, pendadarannya sudah ada hasilnya. Dan tinggal nunggu wisuda master of science.

Renungan selama masa reset itulah saya kelompok-kelompokkan menjadi rangkaian kata mutiara. Hal ini menjadi perenungan saya yang cukup lama, bukan berarti saya adalah orang sukses dalam semuanya, tetapi tentunya saya adalah salah satu yang ingin merencanakan dan mengusahakan kesuksesan.

Berikut beberapa kata mutiara yang bisa saya bisa himpun, silahkan menambahi kalau perlu ditambahi.

1. Jangan terpaku masa lalu dan masa depan, tapi tataplah masa kini. Masa lalu sudah lewat, tak akan kembali lagi, masa depan itu belum terjadi jadi kita tak tahu apa yang terjadi dan akhirnya hanya berangan berharap sesuatu, tapi di masa kinilah, kita harus menentukan dan membuat keputusan terhadap diri kita.

2. Bercerminlah dari kesalahan orang lain, bukan dari kesalahan diri kita, dengan bercermin dari kesalahan orang, maka akan memacu kita agar kesalahan itu tidak menimpa kita.

3. Jujurlah meskipun kejujuran itu membawa kita ke neraka.

4. Tidak akan keadilan bisa ditegakkan selama kita masih acuh terhadap hukum yang ada dan mementingkan kepentingan pribadi.

5. Jika kamu mencintai seseorang, cintailah dia apa adanya, bukan karena kamu ingin dia menjadi seperti yang kamu inginkan, karena sesungguhnya kamu hanya mencintai cerminan diri kamu pada dirinya.

6. Bermimpilah akan sesuatu dan jadikanlah mimpimu itu kenyataan, sesungguhnya tak akan ada dunia ini jika tak ada yang bermimpi

7. Jika kamu gagal mendapatkan sesuatu, hanya satu hal yang harus kamu lakukan, coba lagi!!!!

8. Janganlah kamu mencintai seseorang karena paras/wajahnya, hartanya dan jabatannya, tapi cintai karena kebaikan dan ketulusan hatinya karena diantara itu semua, hanya kebaikan dan ketulusan hatinya yang tetap abadi.

9. Jangan berusaha/mengerjakan sesuatu dengan setengah hati, karena hasil yang kamu dapat juga hanya setengahnya.

10. Hanya ada 2 macam cinta sejati di dunia ini, cinta Tuhan kepada makhluk-Nya dan cinta Ibu kepada anaknya.

11. Jangan lelah untuk mencari ilmu karena segala sesuatu di dunia ini perlu ilmu, jika tak ada ilmu maka kita sama saja dengan orang mati, tak akan bisa berbuat apa-apa.

12. Datangilah sahabatmu di saat dia susah dan lenyaplah di saat dia bahagia, karena sesungguhnya kamulah yang akan diingat di saat dia sedang susah di saat kamu membantunya

13. Sesungguhnya di saat kesusahan teman, satu senyum yang tulus lebih berharga daripada sejuta kata yang tiada guna.

14. Sesungguhnya masih banyak orang di dunia yang lebih susah dari kita, maka hentikanlah segala keluhan kita dan bersyukur terhadap apa yang kita punya.

15. Hargai dan hormati orang lain jika kita ingin dihormati dan dihargai orang lain, serta hormati dan hargai diri sendiri terlebih dulu baru kita bisa menghargai dan menghormati orang lain.

16. Syukurilah apa yang kamu dapat karena belum tentu kamu bisa mendapat lagi apa yang telah kamu dapat.

17. Satu harta yang sangat berharga yang jarang dimiliki orang masa kini, itulah kejujuran.

18. Semua manusia mempunyai derajat yang sama, mengapa kita masih membedakannya???

19. Ketika kau merasa telah dikhianati dan dikecewakan, berdoalah agar suatu saat kau tak akan mengkhianati dan mengecewakan, karena kamu juga telah merasakan betapa sakitnya dikhianati dan dikecewakan.

20. Tuhan tak pernah melupakan kita namun kitalah yang melupakan-Nya, haruskah kita tetap menjadi makhluk yang tak tahu diri yang sudah mendapat nikmat-Nya namun tetap melupakan-Nya??

21. Sesungguhnya Tuhan Maha Pengasih terhadap kita, di saat kita berbuat dosa, Tuhan tak berbuat apa-apa, tak langsung menghukum kita dengan siksa-Nya, atau menyuruh kita tinggal di tempat yang tidak diciptakan oleh-Nya, tapi agar kita bisa sadar terhadap dosa2 kita, maka masihkah kita menjadi makhluk yang sombong dan tak tahu berterima kasih di hadapan-Nya???

22. Cinta bukanlah satu-satunya alasan hidup namun tanpa cinta juga hidup akan terasa hambar dan membosankan.

23. Jangan jadikan suatu kegagalan sebagai alasan untuk takut mengalaminya kembali sehingga kamu tak mau mencoba lagi

24. Apabila kamu melihat suatu keindahan, bersyukurlah karena kamu masih bisa menikmati keindahan yang belum tentu akan kamu bisa lihat lagi.

25. Waktu adalah pedang, jika kamu bisa menggunakan dengan baik, maka pasti akan membawa keberuntungan, tapi jika kau menggunakan dengan buruk, pasti dia akan membunuhmu.

26. Kematian itu datang tiba-tiba, maka apakah kamu masih berpikir untuk selalu menikmati dunia??

Sukses di dunia merupakan necessary condition bagi sukses di akhirat (sufficient condition). Jadi nggak mungkin sukses di akhirat tanpa sukses di dunia, yang perlu di revisi adalah indikator sukses dunia. Sukses dunia diukur dari ajaran Islam, sama sekali bukan semata dengan ukuran harta dan kekuasaan. Uang hanyalah bagian dari harta, dan harta hanyalah titipan dari Alloh. Yang penting adalah bagaimana uang yang lewat itu tidak luput dari keridhoan Alloh, ibarat sepeda, uang adalah alat, maka kita harus belajar ilmu uang supaya dapat memanfaatkan ilmu uang untuk menggapai ridho-Nya, jangan kita diperbudak oleh uang bahkan menuhankan uang (naik sepeda atau dinaiki sepeda).

Selembar Bulu Mata

Sekedar berbagi setelah tempo lalu saya nguprek nguprek mail lama saya, ternyata menemuka tulisan ini,. mungkin sudah banyak dari kita yang telah membacanya. Tapi ada baiknya merevieuw ulang, mengingat kembali, mungkin hal baru kita temukan disana.



Diceritakan di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang di adili. Ia dituduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi ia berkeras membantah. “Tidak. Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu.”

“Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa,” jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yg sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian.
Makanya ia pun menyanggah, “Manakah saksi-saksi yg kau maksudkan? Di sini tdk ada siapa kecuali aku dan suaramu.”
“Inilah saksi-saksi itu,” ujar malaikat. Tiba-tiba mata angkat bicara, “Saya yg memandangi.” Disusul oleh telinga, “Saya yg mendengarkan.” Hidung pun tidak ketinggalan, “Saya yang mencium.” Bibir mengaku, “Saya yang merayu.” Lidah menambah, “Saya yang mengisap.” Tangan meneruskan, “Saya yang meraba dan meremas.” Kaki menyusul, “Saya yang dipakai lari ketika ketahuan.” Nah kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu”, ucap malaikat. Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal dihumbankan ke dalam jahanam. Padahal, rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu.
Tatkala ia datng dilanda kesedihan itu,sekonyong-konyong terdengar suara yg amat lembut dari selembar bulu matanya: “Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi.” “Silakan”, kata malaikat. “Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengah malam yg lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankah nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba kemudian bertobat, walaupun selembar bulu matanya saja yg terbasahi
air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? Maka saya, selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan tobat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan. ”

Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut dibebaskan dari neraka dan diantarkan ke surga. Sampai terdengar suara bergaung kepada para penghuni surga: “Lihatlah, Hamba Tuhan ini masuk surga karena pertolongan selembar bulu mata.”
Firman Allah swt, “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada di dalam
kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, yang ingat-mengingati supaya mentaati kebenaran, dan yang ingat-mengingati dengan kesabaran. [Surah Al-Ashr]

Cerita dari tulisan ini cukup singkat namun ibarat makanan berserat tinggi, selembar bulu mata yang basah ikhlas berdoa mampu menyelematkan diri seorang hamba dari neraka. Begitu pula Umar Bin Khatab yang tersedu-sedu melihat kesalahannya waktu lampau, dikala dia menggali kubur untuk seseorang ada anak perempuannya, saat itu menemaninya dan berdiri disampingnya, sambil mengusap keringat di kening ayahnya yang kelelahan menggali, ia tak tahu bahwa kubur itu untuk dirinya sendiri, masih terngiang dengan jelas ketika anak nya memanggil namanya, ” Ayah.. ” , “Ayah..” , “Ayah..”. Tangis Umar kembali pecah mengingati masa jahilnya, mengingati betapa dia sangat hina dan ternoda, hingga seluruh jiwa dan hartanya ia torehkan untuk Islam. Temanz, apa kita pernah begitu? Menangis hebat kemudian meloncat ke arah kebaikan dengan mencurahkan seuruh potensi kita..???

Zakat Fitri dengan Uang???

Yuk.. Ayuuk.. Zakat..

Tidak ragu lagi bagi setiap muslim yang diberi pengetahuan bahwa rukun Islam yang paling penting dari agama yang hanif (lurus) ini adalah syahadat ‘Laa ilaha illallah wa anna Muhammadar Rasulullah’. Konsekuensi dari syahadat laa ilaha illallah ini adalah seseorang harus menyembah Allah semata. Konsekuensi dari syahadat ‘Muhammad adalah Rasul-Nya’ yaitu seseorang hendaklah menyembah Allah hanya dengan menggunakan syari’at yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Telah kita ketahui bersama) bahwa zakat fithri adalah ibadah berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Dan hukum asal ibadah adalah tauqifi (harus berlandaskan dalil). Oleh karena itu, setiap orang hanya dibolehkan melaksanakan suatu ibadah dengan menggunakan syari’at Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah telah mengatakan mengenai Nabi-Nya ini,

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An Najm [53] : 3-4)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)
Dalam riwayat Muslim, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
م” Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah menjelaskan mengenai penunaian zakat fithri –sebagaimana terdapat dalam hadits yang shohih- yaitu ditunaikan dengan 1 sho’ bahan makanan, kurma, gandum, kismis, atau keju. Bukhari dan Muslim –rahimahumallah- meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar –radhiyallahu ‘anhuma-, beliau berkata,

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ ، أَوْ صَ

”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri berupa satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menunaikan zakat ini sebelum orang-orang berangkat menunaikan shalat ‘ied.” (HR. Bukhari no. 1503).

Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

كُنَّا نُعْطِيهَا فِي زَمَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَاعًا مِنْ طَعَامٍ ، أَوْ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ ، أَوْ صَاعًا مِنْ زَبِيبٍ

“Dahulu di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kami menunaikan zakat fithri berupa 1 sho’ bahan makanan, 1 sho’ kurma, 1 sho’ gandum atau 1 sho’ kismis.” (HR. Bukhari no. 1437 dan Muslim no. 985)

Dalam riwayat lain dari Bukhari no. 1506 dan Muslim no. 985 disebutkan,
أَوْ صَاعًا مِنْ أَقِطٍ “Atau 1 sho’ keju.”
Inilah hadits yang disepakati keshohihannya dan beginilah sunnah (ajaran) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menunaikan zakat fithri. Telah kita ketahui pula bahwa ketika pensyari’atan dan dikeluarkannya zakat fithri ini sudah ada mata uang dinar dan dirham di tengah kaum muslimin –khususnya penduduk Madinah (tempat domisili Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen)-. Namun, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyebutkan kedua mata uang ini dalam zakat fithri. Seandainya mata uang dianggap sah dalam membayar zakat fithri, tentu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menjelaskan hal ini. Alasannya, karena tidak boleh bagi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakhirkan penjelasan padahal sedang dibutuhkan. Seandainya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membayar zakat fithri dengan uang, tentu para sahabat –radhiyallahu ‘anhum- akan menukil berita tersebut. Kami juga tidak mengetahui ada seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang membayar zakat fithri dengan uang. Padahal para sahabat adalah manusia yang paling mengetahui sunnah (ajaran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang yang paling bersemangat dalam menjalankan sunnahnya. Seandainya ada di antara mereka yang membayar zakat fithri dengan uang, tentu hal ini akan dinukil sebagaimana perkataan dan perbuatan mereka yang berkaitan dengan syari’at lainnya dinukil (sampai pada kita).

Diambil dari tanya jawab fatwa Syaikh ‘Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Mengajari Anak Ke Masjid

Sebelumnya saya direktur Bening Hati Community memohon maaf kepada pengunjung Bening Hati, kalau selama berkunjung disini mendapati Bening Hati postingnya lama ga di updet. Kemarin tidak sengaja saya membuka google analytic ternyata Bening Hati ini ratingnya lumayan banyak pengunjungnya, so mau ga mau harus nulis lagi menentang kesibukan sehari-hari dalam menjalani masa Ramadhan dengan suami, kalau duluw pas jadi anak kost saat buka n sahur tinggal lari ke tetangga sebelah yang jualan nasi, sekarang tidak, musti masak yang beraneka ragam [Hehehe] dan satu lagi kesibukan bisnis baru, buka ya di Toko Online Terpercaya dan ada FB nya juga add aja ya drainbow.shoes@gmail.com, alhamdulillah seru ternyata juga belajar ngelukis dari pelukis ku. Sudah ya prefacenya, sekarang masuk ke intinya.

Ramadhan hampir berakhir, tentu masjid-masjid lebih sepi dari 3 minggu sebelumnya. Masjid dipenuhi banyak jamaah, ada beberapa peristiwa yang mengganjal, diantaranya barisan anak-anak pada rame semua, yang kedua barisan ibu-ibu pada ga rapi shofnya alias denggang denggang, dan yang ketiga barisan anak muda pada sms-an, dan baca qur’an. saya juga mendapati di sebuah Mushola. Diantara barisan jamaah tarawih ada seorang bapak yang disebelahnya berdiri anaknya. Usia anaknya tidak lebih dari 6 tahun. Si anak menoleh ke segala arah. Tak lama kemudian dia mulai berbicara sendiri. Pada rakaat yang lain si anak melompat-lompat dan berteriak-teriak. Keheningan mushola mulai terusik. Berikutnya, si anak mulai berjalan-jalan kian kemari melewati barisan shaf. Di awal rakaat keempat, si ayah keluar dari shaf dan mengajak anaknya. Di halaman mushola, si ayah mencubit anaknya dan si anakpun menangis. Mereka pulang diiringin tangisan si anak, “ampun ayah.. ampun ayah..”

Lain lagi peristiwa ini, di sebuah Masjid. Seorang gadis kecil usianya baru 3,5 tahun ikut sholat di sebelah Kakeknya. Pada rakaat pertama si gadis kecil begitu tenang. Di rakaat kedua dia mulai berjalan-jalan melewati para jamaah. Ketika jamaah sedang sujud, dia menaiki tubuh salah satu jamaah. Ketika jamaah sedang duduk antara dua sujud, dia melepas peci salah satu jamaah dan dipindahkan ke kepala jamaah lainnya. Di rakaat yang lain dia berlarian dan menarik-narik sarung jamaah. Selesai sholat, si kakek memanggil si anak dan diberi tau bahwa apa yang telah dilakukannya tidak benar.

Mungkin, dua peristiwa di atas sering terjadi di banyak tempat. Bagaimana kita mensikapi tingkah anak-anak seperti itu? Haruskah kita membawa anak kecil yang belum baligh ke masjid? Apa yang akan kita lakukan bila anak kita yang bertingkah seperti itu? Pada kesempatan ini kita tidak hendak membahas dari sisi fikih.

Mari kita mencari tahu kenapa pada dua peristiwa di atas anak bertingkah seperti itu. Hemat saya, ada beberapa sebab, pertama, si anak jarang atau belum pernah diajak ke masjid. Atau bisa jadi karena si anak belum pernah melihat orang sholat berjamaah. Atau si anak belum pernah tahu tentang sholat berjamaah. Atau sebelumnya si anak belum pernah diberi tahu bagaimana seharusnya sikapnya ketika berada di Masjid/sholat berjamaah. Sehingga yang terjadi si anak bereksplorasi.

Diantara cara mengasuh dan mendidik anak adalah dengan memberikan contoh. Bagi saya, mengajak anak ke Mushola atau ke Masjid itu perlu. Karena anak akan melihat, merasakan, mendapatkan pengalaman apa dan bagaimana sholat berjamaah. Hanya saja kita perlu melakukan beberapa persiapan sebelum mengajak anak ke Masjid/Mushola.

Trus bagaimana sih bagian anak-anak ini tidak rame sendiri pada saat jama’ah tarawih di masjid.

1. Memberi Contoh

Anak adalah peniru ulung. Anak akan melakukan apa yang sering dilihat dan diajarkan padanya. Untuk membentuk anak yang cinta Masjid dan sholat berjamaah, kita perlu mengajarinya. Kita juga harus memberi contoh dan menjadi contoh bagi anak kita tentang cinta Masjid dan sholat berjamaah. Dengan seringnya anak melihat kita sholat berjamaah di Masjid/Mushola, lambat laun anak juga akan meniru. Pada awalnya dia akan minta ikut ke Masjid/Mushola. Sebagian orang tua tidak meluluskan permintaan si anak, karena khawatir si anak akan bertingkah seperti peristiwa di atas. Ada hal yang perlu dilakukan orang tua ketika mengikut sertakan anak yang masih kecil ke Masjid/Mushola. Apa itu, Kondisikan dan latihan. Mungkin teguran dan cubitan, pelototan yang membuat dia takut sehingga dia tidak mengulanginya.

Anak perlu dikondisikan dulu sebelum diikutkan sholat berjamaah ke Masjid. Bentuk pengkondisiannya bisa dengan memberitahu apa dan bagaimana sholat berjamaah itu. Gunakan media bercerita, membacakan buku tentang Masjid dan sholat berjamaah, memperlihatkan gambar Masjid dan orang yang sedang sholat berjamaah. Mengunjungi Masjid dll.
Latihlah anak melakukan sholat berjamaah di rumah atau sekolah. Bentuk latihan bisa berupa simulasi sholat berjamaah atau suatu waktu melakukan sholat berjamaah di rumah. Ketika akan latihan mungkin bisa menggunakan percakapan ini:”Sayang, sebelum kita sholat berjamaah di Masjid, kita latihan dulu ya.”

Dengan pengkondisian dan latihan itu paling tidak anak bisa memahami apa dan bagaimana sholat berjamaah di Masjid. Perlu juga anak diberitahu hal-hal yang tidak boleh dilakukannya ketika sedang sholat berjamaah di masjid. Tidak ada salahnya bila orang tua memastikan bila si anak sudah cukup paham dengan pengkondisian dan latihan yang telah diberikan. Misal begini: “Sayang, bolehkah kita berjalan-jalan ketika sedang sholat?”

Bagus juga bila berangkat ke Masjid anak dipakaikan pakaian yang kondusif, misal baju koko untuk anak laki-laki dan mukena untuk anak perempuan, sehingga secara psikis anak lebih siap dengan suasana Masjid.

Alangkah tidak adilnya kita bila kita memarahi atau menghukum anak karena bertingkah yang kurang pantas di Masjid, sementara dia belum diberi pemahaman atau malah jarang atau tidak pernah di ajak ke masjid.
Lantas, bagaimana dengan anak-anak yang lebih besar, bahkan sudah SMP masih ada yang suka bermain-main ketika sholat?
Sudahkah para Ayah dan Ibu menjadi contoh teladan bagi anak-anaknya?

2. Pengaturan Shof
Shof ternyata mempengaruhi tingkat kebisingan anak-anak, menurut pengamatan saya anak-anak gaduh karena berkumpul dengan teman-temannya, mereka akan cenderung berkelompok. Nah untuk mengantisipasi ini perlu adanya pengaturan shof anak-anak, shof yang baik untuk laki-laki adalah di depan sedang shof yang terbaik untuk putri adalah dibelakang. Oleh karena itu jama’ah anak laki-laki diletakkan di paling belakag shof, dan sebaliknya anak-anak putri yang lebih rame daripada barisan anak-anak perempuan diletakkan di shof paling depan. Pengaturan shof yang seperti ini akan melatih anak untuk tertib dan tidak gaduh. Mungkin pengaturan shof seperti ini kurang familiar di lingkungan disekitar kita, oleh karena itu pula dibutuhkan sistem yang tertib yang mampu mengatur shof, maksud saya adalah para imam sholat hendaknya tidak ragu-ragu untuk mengingatkan jama’ahnya untuk merapatkan shof (tidak hanya dengan lafadz arabnya saja) melainkan dengan lafadz indonesia, karena jama’ah ada juga yang ga begitu ‘ngeh’ dengan anjuran imam sholat dengan lafadz arabnya.

Ramadhan hampir berakhir bukan berarti aktivitas meramaikan masjid berhenti.. Yuukss mulai mendidik keluarga kita menuju rumahnya Allah. Sekalipun dia anak-anak, karena pada merekalah kelanjutan generasi kita tergantikan.

Bukan Superstar

Ini bukan cerita suami saya tentang film komedi yang disukainya suami saya, si abdel dan si temon dalam “ Bukan Superstar “ . Tapi ini sebagai wujud gerah saya terhadap gencarnya kematian Michael jackson. Setiap menit, setiap jam selalu ada iklan duka cita dari kematian, yang katanya superstar ini.

Kata infotainment superstar, kehidupannya memang menjadi incaran, gaya hidupnya layak untuk jadi tontonan, dan dirinya layak jadi panutan. Weits.. seginikah moral bangsa kita sobat?. Memandang sesuatu dari sudut sekehendak dirinya sendiri, menjadikannya buah bibir, bahkan menjadikannya trend center dari gaya hidup dan fashion yang menggejala sangat akut. Tentu sudah sangat akrab di telinga kita jilbab manohara, koko khas UJ, rompi tompi, kemeja pasha, dsb.

Kehilangan jati diri yang seperti ini, biasanya di alami oleh remaja walaupun tak jarang kasus yang sama ditemui pada kalangan orang dewasa. Marilah semua berbenah. Yang patut diidolakan, idolakanlah. Yang patut dicitrakan positif, citrakanlah positif. Yang tidak patut ya tidak usah. Tidak ada alasan untuk tidak mengidolakan Nabi, apalagi kita sebagai umatnya. Kalau ada tokoh baik, jadikan referensi sampingan buka yang utama, jika ada tokoh yang jahat jauhilah kejahatan yang ia lakukan. Ibarat kita hidup kita menciptakan persepsi, dan siapa jati diri kita ditentukan oleh persepsi yang kita buat sendiri di lingkungan kita.

Wajah Rasulullah Saw. itu sangat tampan, akhlak budinya juga sangat luhur. Beliau mempunyai bentuk fisik ideal dan proporsional, tidak terlalu pendek tidak terlalu tinggi. Pundak beliau lebar. Gelung lambut beliau hingga kedua telinga. Beliau mempunyai baju berwarna merah. Saya belum pernah melhat apapun yang lebih indah daripada beliau. Saya tidak pernah mencium aroma baik itu minyak kesturi maupun ambar yang lebih wangi daripada aroma tubuh Rasulullah. Saya juga tidak pernah menyentuh sesuatu pun baik itu sutra tipis maupun sutra tebal yang lebih halus melebihi telapak tangan Rasulullah. Beliau bukan orang yang berbuat keji dan tidak pernah menjadi korban kekejian. Beliau tidak pernah menghabiskan waktu di pasar. Beliau tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. Beliau selalu memaafkan…(penuturan beberapa sahabat)

Tips dan Trik

Untuk bisa mengidolakan Rasulullah:

• Baca sirahnya, Anda akan tahu betapa manusia ini begitu mulia dan agung
• Nabi selalu memperjuangkan umatnya, mulai saat beliau diutus hingga menjelang ajalnya. Bahkan di detik-detik akhir ajalnya beliau masih mengingat umatnya. Bukankah kita umatnya? Mengapa kita tidak pernah mengingat jasanya?
• Untuk semua pengorbanan beliau, nabi hanya meminta kita mencintai cucu-cucunya dan istikhomah membaca sholawat sepeninggalnya. Apakah kita masih pelit hanya untuk membalas perjuangan Nabi dengan cara sesederhana itu?
• Bila ada orang yang lebih hebat dan lebih agung dari Nabi, silahkan idolakan saja. Tapi kelihatannnya Allah menciptakan orang sehebat dan seagung Nabi hanya satu yaitu Nabi sendiri
• Bila ingin menjadi idola sepanjang masa, juga idola di dunia dan akhirat, tiru dan teladanilah semua yang diucapkan, dilakukan dan dipraktekkan Nabi.

So, kamu harus pandai-pandai memilih dan memilih, karena yang selain Rosululloh bukan superstar.

Next »