“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk dan patuh kepada Engkau dan jadikanlah anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha penerima tobat lagi Maha Penyayang” (QS Al-Baqoroh : 128)

Alhamdulillah, segala syukur tercurah untukNya, atas segala limpahan karuniaNya yang tidak ternilai dengan apapun juga. Salah satu karunia itu adalah kehamilahku yang kini menginjak usia 4 bulan. Saya mengetahui saat saya hamil di minggu ke empat, saya merasakan perih dan rasa melilit yang sangat di perut sebelah kiri saya. Seminggu sebelumnya nafsu makan saya bertambah sangat banyak dan sangat banyak, berasa lapar dan lapar terus.ketika suami pulang mingguan dari Jakarta, kami menyempatkan diri untuk periksa kandungan. Sebenarya saya tidak tahu apakah saya hamil atau tidak, malah saya mengiranya ada kelainan di dalam rahim saya sehingga perih. Sampai-sampai saya berpikiran negatif kalau sakit yang kurasa di perut sebelah kiri bawah ini adalah kista. Doa malam dalam tahajud selalu terlantun dan berharap semoga semuanya baik-baik saja, atau pun apabila dikasih suatu penyakit, penyakit itu bisa disembuhkan dengan segera.
Sabtu, 5 Desember 2009 saya dan suami mencari Rumah sakit ibu anak yang ada dokter kandungan perempuannya, karena mungkin hari sabtu merupakan hari libur PNS dari 5 hari kerja, sulit sekali menemukan dokter kandungan perempuan. Saya hampir putus asa, takut sekaligus frustasi dengan sakit di rahim saya, karena selama ini yang saya dengar sakit perut bagian sebelah kiri bawah pertanda kista. Tanpa sepengetahuan saya suami berinisiatif menelfon JIH (Jogja International Hospital) dan Alhamdulillah diisana ada dokter ginekologi perempuan, namanya Dr. Enny. Akhirnya kami bertolak kesana, kami menunggu antrian sangat lama mulai dari jam 13.00-17.00 WIB. Kami menunggu giliran, hasil lab, dan USG dengan hati deg-degan ga karuan. Dokter agak bingung dengan hasil USG apakah saya hamil atau bukan, memang terjadi pelebaran rahim namun belum tahu isinya apa, hanya semacam pelebaran saja dan saya untungnya membawa kalender haid, tertanda disana 31 oktober haid saya lingkari sebagai tanda haid terakhir saya, saya pun tidak sadar ternyata saya terlambat 4 minggu, terus kami diminta untuk menunggu hasil lab. Kami berdua hanya bisa dzikir, pasrah, dan tawakal apapun hasilnya harus diterima dengan sabar dan ikhlas. Tetapi di luar dugaan kami, dokter bilang bahwa hasil USG dan hasil lab menunjukkan saya hamil, betapa berita itu sangat mengejutkan dan segera kami mengucap syukur Alhamdulillah atas kehamilan ini. Usia kehamilan saya waktu itu belum bisa dideteksi karena janin nya masih sangat kecil, hanya berpegang pada hari terakhir haid, jadi usia kehamilan saya 4 minggu.
Dr Enny, dokter yang sangat baik dan ramah sekaligus pintar. Begitu tahu ada tanda-tanda janin di rahim saya, saya diberi wejangan dari A-Z. Mulai dari tidak boleh meminum minuman yang bersoda, makanan seafood, makanan fastfood, makanan ber-MSG, makanan berpengawet dan ber-pewarna, makanan yang tidak diolah alias lalapan, makanan yang disinyalir mengandung formalin bakso dan mie ayam, alkohol, merokok, bau rokok, bau bensin, buah yang tidak dikupas, dan makanan yang dibakar ex sate. Itu semua di gunakan sebagai antisipasi terjadinya kecacatan pada janin, sedang buah yang tidak dikupas, sate kambing, serta lalapan berpotensi terjangkitinya tokso, selain memegang kucing tanpa mencuci tangan ketika mau makan, berinteraksi dengan kucing yang mungkin kucing tadi masih meninggalkan kotoran kering di badannya, yang pada intinya tokso mudah sekali menyebar pada kotoran kucing yang kering. Tokso juga sebenarnya bukan berasal dari kucing saja, angsa, burung, kambing juga berpotensi untuk menimbulkan tokso, kuncinya adalah kebersihan tangan dan diri sebelum makan begitu beliau menambahkan. Disamping itu harus mengkonsumsi susu hamil yang mengandung banyak folat, untuk perkembangan janin yang normal. Saya diberi wejangan panjang dan lebar cukup ternganga, banyak sekali makanan yang harus saya kurangi agar janin ini sehat. Saya juga punya buku pegangan kehamilan, saya punya 3 buku yang mengupas tuntas kehamilan, saya cocokkan dan saya pelajari dalam-dalam.
Tri semester awal kehamilan, minggu ke minggu selalu saya catat di notes HP saya. Berikut beberapa kutipannya, 7 minggu usia kehamilan pada tanggal 26 Desember 2009 panjang janin 0,97 cm, saya mual yang teramat sangat, muntah-muntah di pagi hari, dan maunya makanan yang berkuah yang segar, saya waktu itu maunya soto saja. Semua jenis soto mulai dari soto jogja, soto klaten, soto betawi, soto padang, soto banjar, soto madura, soto lamongan, coto makasar, dsb. Saya mengabaikan dokter tentang makanan ber-MSG sedapat mungkin saya lobi penjual sotonya untuk tidak member MSG, tetapi ada kalanya permintaan itu gagal di-ijinkan karena MSG-nya udah bercampur dengan kuahnya, kalau sudah begini saya juga terima saja. Kalau dikasih makanan lain muntah-muntah, dan setelah muntah biasanya lemes banget, padahal saya waktu itu harus kejar tayang mengejar dosen untuk bimbingan tesis. Begitu selanjutnya sampai kehamilan saya 10 minggu. Banyak teman-teman saya yang menyelamati, memberi banyak wejangan, dan kadang saya agak risih dengan wejangannya, jangan naik motor, jangan naik-turun tangga, jangan kecapekan, jangan begadang terlalu malam, jangan ini, jangan itu, lama-lama saya stress, karena ya begitulah aktivitas saya sehari-hari, mau ga kayak gitu ya ga selesei tesis saya dan kuliah saya pada waktu yang telah dijadwalkan. Padahal saya harus cepet selesei, dan kuliah beres untuk bisa membersamai suami di Jakarta sedang saya sendiri sepertinya tidak kuat menghadapi kehamilan awal sendiri di Jogja. Jarak yang jauh diantara kami, dan hanya memungkinkan bertemu 2 pekan sekali, sangat tidak menentu rasanya dan membuat saya sering menangis sendiri menahan rasa rindu, cemas, dan entahlah apa namanya. Memang, ada kalanya kita butuh untuk cuek atas nasehat yang tidak membangun asal kita yakin kita kuat dan sehat, lakukanlah apa saja asal pas capek langsung istirahat. Sebagai bumil alias ibu hamil harus sadar, kita sekarang bukanlah diri kita sendiri tapi ada nyawa yang harus di rawat di tubuh kita selain kita.
Usia kehamilan saya menginjak minggu ke 11, yang dahulunya suka soto sekarang berganti dengan mie ayam, wagh padahal mie ayam dilarang dokter sedang kalau saya membuatnya sendiri di dapur rasanya mau muntah begitu pegang bawang putih. Begitu juga pas di rumah mertua, masak tempe ama udang goreng saja saya muntah-muntah karena tersengar bau bawang putih. Pada minggu ini panjang janin 4,21 cm. Treetment pada usia kandungan ini, adalah tes tokso dan rubella. Alhamdulillah saya negatif untuk keduanya. Untuk tokso bisa diobati dengan menggunakan antibiotic dan perawatan intens, sedangkan untuk rubella tidak bisa diobati yang akan berdampak pada pendengaran dan penglihatan janin. Walau saya di rumah punya 3 kucing Romy, Rulay dan Bobby yang selalu saya kasih makan layaknya manusia, 3x sehari Alhamdulillah saya negative tokso. Dokter memberi wejangan lagi makannya harus teratur, bergizi, buah dan sayur yang banyak karena keduanya bisa memperbanyak volume air ketuban sehingga membantu persalinan nantinya, dan juga minum susu rutin 2x sehari. Masa-masa kehamilan ini sungguh sangat membukakan pintu hati saya, bahwa begitu besar jasa seorang ibu, merawat mendidik sampai membesarkan kita segedhe ini, kedekatan saya dengan ibu saya di kampung jadi sangat terasa dengan adanya kehamilan ini.
“ Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepadamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian berangsur-angsur kamu sampailah kepada kedewasaan. Diantara kamu ada yang di wafatkan dan ada pula yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya ia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya.. “
(QS Al Hajj:5)
Hari itu tanggal 30 januari 2010, saya kram perut, tidak bisa berdiri tegak dan perut mules, tidak bisa BAB, dan hanya mau tiduran saja, ternyata setelah didiskusikan dengan teman-teman diplurk saya kebanyakan makan pisang yang berakibat konstipasi,dan hari sebelumnya melakukan aktivitas yang berat yaitu bukain garasi-nya yangti yang sudah aus, sehingga berat untuk dibuka, saya buka tutup garasi yang berat itu hampir 8 kali dalam seharinya, dan itu yang saya sinyalir penyebab kram perut saya, solusinya istirahat seharian. Untungnya pas hari sabtu, jadi tidak ada aktivitas akademik di kampus. Saya dan suami melakuka kontrol kehamilan lagi pada saat usia kehamilan 13 minggu, hari itu sabtu, 6 Februari 2010, panjang janin 6,15 cm. Treatment pada minggu ini adalah test DS (Down Sindrom) test ini bertujuan untuk mendeteksi adanya kerusakan otak (idiot) pada janin, jika dalam USG ditemui serabut putih di kepala bawah janin maka disinyalir janinnya kena DS. Alhamdulillah, saya juga negative DS.
Ketika usia kehamilan saya 12 minggu sampai sekarang 16 minggu saya sudah jarang muntah, dan saya bertolak membersamai suami di Jakarta. Kuliah sedah selesei, tinggal menunggu wisuda, hidup lebih stabil, banyak makan, dan insya Allah lebih tenang. Ternyata memang benar, hakikat suami istri untuk lebih menentramkan hidup dan saling membuat ketenangan diantara keduanya. Dan memang sebaiknya pada masa-masa kehamilan, sebagai bumil harus selalu bahagia dan energik serta berpikiran positif, karena kehamilan adalah anugrah terindah bagi seorang wanita. Semoga kami bisa menjaga amanah cinta ini sampai dia lahir dan dewasa hingga menjadi jundi/jundiyah penegak kalimatullah dan generasi Robbani.