LDR, Susah Susah Seru!

Mulai menulis lagi, walau mungkin gigitannya agak kurang terasa, tergeser oleh kesibukan dan tergerus oleh romantika kehidupan. Di rumah ini saya bisa melepas sedikit penat akademika, dan menjadi diri pribadi dengan curhat tak terbatas tanpa tedeng aling-aling, mari mulai :)


Tak terasa sudah memasuki bulan November lagi dan terhitung sudah 2 tahun ini saya dan suami menjalani LDR (Long Distance Relationship bukan Light Dependence Resistor loch ya). Sedih lho rasanya jauhan ama suami begini. Apalagi sudah ada anak seperti saat ini. Saat kangen tiada yang bisa dipeluk, saat anak rewel sakit tidak ada yang bisa membantu menenangkan anak, saat pengen bermanja-manja tak ada yang bisa memanja, belum lagi kalo kesepian dan merasakan kangen akut, Cuma bisa meluk guling sambil nangis-nangis ga jelas. Walau sudah ditelpon tiap malam, siangnya sering chatingan. Tetapi tiba saatnya bertemu sejuta kangen yang tersimpan menjadi perasaam malu-malu dan rasanya deg-deg an sama ketika kali pertama bertemu, cie.. dan ada semacam rasa pengen mengungkapkan kedongkolan-kedongkolan, keluhan-keluhan yang terjadi saat dia tidak sini, yang ingin diungkapkan dengan sedikit ‘berantem’ tetapi kenyataannya tidak jadi berantem, lawong ketemu cuma sebentar masak mau berantem.

“Tidaklah istri menyakiti suami di dunia kecuali ia bicara pada suami dengan mata yang berbinar, janganlah sakiti dia (suami), agar Allah tidak memusuhimu, jika suamimu terluka maka dia akan segera memisahkanmu kepada Kami (Allah dan Rasul)”. HR. Tirmidzi dari Muadz bin Jabal.


Banyak pasangan suami istri yang juga menjalani LDR semacam ini, salah satunya karena alasan pekerjaan. Antara Jogja-Jakarta kami terpisah, ketika kami memutuskan LDR, seakan saya tidak sanggup menjalaninya, sampai sekarang pun kalau disuruh memilih antara LDR dan tidak jelas milih tidak LDR-an. Selalu ada konsekuensi di setiap keputusan, tak terkecuali dengan keputusan LDR ini, pulsa cepet banget habis, kafaa baby kami sering kangen ayahnya dan kalau diajak orang dewasa putra kafaa selalu saja plek mau, kasihan juga si kafaa tapi bagaimana lagi kondisi kami seperti ini. Bagian yang terpenting dalam LDR adalah komitmen dan komunikasi, tak peduli pulsa membengkak, beban pekerjaan yang memelahkan badan ditiadakan dulu untuk sekedar telponan. 2-3 hari kalau tidak ditelpon, sudah degh ngambek tiada tara, jangan harap telpon berikutnya akan diangkat xixixi sebagai pelajaran ;p. Pun tak lupa ketika suami pulang, cek HP, adakah sms yang aneh dari nomor yang aneh? :D, biasa klo LDR an beginih cemburunya selangit. Keadaan LDR ini semakin mendewasakan kami, walau banyak nyeseknya. Sudah 2 peristiwa penting dalam hidup yang ketika ingin sekali suami ada saat-saat seperti ini tetapi dia yang diharapkan tidak terwujud, yaitu pas persalinan dan saya wisuda S2, hiks sedih sekali, kalau inget 2 peristiwa itu tak terasa air mata selalu meleleh, oh LDR kapan ini akan segera berakhir..


Bagaimana Islam memandang LDR Suami-istri


Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin t berkata, “Bila seorang istri ridha dengan kepergian suami walaupun dalam masa yang lama, maka itu merupakan hak istri. Si suami tidaklah berdosa. Namun dengan syarat si suami meninggalkan istrinya di tempat aman, yang tidak dikhawatirkan akan terjadi apa-apa pada istrinya. Apabila seorang suami pergi jauh untuk mencari rizki dalam keadaan istrinya ridha maka suami tersebut tidak berdosa walaupun ia tidak pulang hingga dua tahun atau lebih. Adapun bila si istri menuntut haknya agar suaminya kembali/pulang, maka perkaranya dalam hal ini dikembalikan kepada mahkamah syar’iyah. Apa yang ditetapkan mahkamah syar’iyah maka itulah yang dilaksanakan.” (Fatawa Nurun ‘Alad Darb, hal. 17)

Dengan demikian, bila istri ridha untuk sementara berjauhan dengan suaminya baik dalam waktu singkat ataupun waktu yang lama, dan masing-masing dapat menjaga kehormatan diri, maka tidak ada dosa bagi keduanya. Namun bila si istri khawatir dirinya atau suaminya akan terjatuh ke dalam fitnah meski ada kebutuhan untuk mencari penghidupan, ia bisa menuntut untuk berkumpul kembali dalam rangka menjaga kehormatan diri dan menjaga kemaluan. Akan tetapi bila si suami enggan untuk segera kembali, istri dapat mengangkat perkaranya kepada hakim agama (mahkamah syar’iyah) agar memutuskan perkara antara dia dan suaminya sesuai dengan apa yang Allah k syariatkan. (Fatawa Al-Lajnah Ad-Da`imah, fatwa no. 1545, 19/339, 340)
Berapa Lama Seorang Suami Diperkenankan Meninggalkan Istrinya?

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Batasan yang ditetapkan secara syar’i tentang perginya suami meninggalkan istrinya adalah selama empat bulan, tidak boleh lebih. Kecuali bila si istri ridha, dengan catatan aman dari fitnah baik bagi si istri maupun bagi si suami. Terkecuali orang yang dipaksa oleh keadaan darurat untuk pergi dalam waktu yang lama, maka ia diberi udzur karenanya.

Dalam masa kepergiannya itu, ketika memungkinkan bagi si suami untuk kembali guna bertemu istrinya, menjaganya dan menunaikan kebutuhannya maka wajib baginya untuk kembali. Khususnya di zaman kita ini, yang banyak terjadi fitnah dan perkara-perkara menipu yang dapat merusak akhlak. Maka tidak sepantasnya suami berjauhan dari istrinya kecuali karena kebutuhan dan karena darurat disertai keinginan yang besar untuk cepat-cepat menyelesaikan keperluan lalu segera kembali kepada istri sesuai kesempatan yang ada.” (Al-Muntaqa min Fatawa Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan, 3/248)

Masa yang mungkin bagi seorang istri untuk bersabar dalam masalah jima’ secara umum adalah empat bulan. Empat bulan ini adalah masa yang ditetapkan secara syar’i bagi seorang yang meng-ilaa` istrinya, yaitu suami yang bersumpah tidak akan menggauli istrinya. Waktu empat bulan ini lebih pantas ditetapkan sebagai batasan waktu seorang istri dapat bersabar tidak mendapat nafkah batin dari suaminya. Allah berfirman:

“Bagi orang-orang (para suami) yang meng-ilaa` istrinya diberi tangguh empat bulan. Kemudian bila mereka kembali kepada istrinya (mau kembali menggauli istrinya) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang.” (Al-Baqarah: 226)


So kesimpulannya, boleh LDR tetapi tidak boleh lebih dari 4 bulan! dengan syarat dan ketentuan berlaku seperti diatas

Ingin sekali tiap waktu mendekap nya, membuatkan sarapan pagi baginya, membuatkan susu untuknya, konon katanya dekapan istri kepada suami bisa memperpanjang umur keduanya. Ingin sekali lebih mempraktekkan taat terhadap suami setiap hari, semakin banyak intensitas ketemu, khan berarti intensitas taat kepada suami akan lebih, bukan begitu?. Pada akhirnya kehidupan hanyalah bagaimana cara kita menikmati hidup, syukuri keadaan yang ada, bersabar akan ujiannya, dan nikmatilah apa yang dianugrahkan Allah untukmu. Dan tetap berusaha menjadi istri yang sholihah, dengan bagaimanapun, dimanapun dan dalam keadaan apapun. Ketika zaman nabi pun ada istri sahabat nabi yakni istrinya Ibu Qosim yang ditinggalkan Ibnu Qosim sewaktu dia mengandung anaknya Ibnu Qosim. Ketika sang bayi lahir, Ibnu Qosim tidak berada karena harus mengemban tugas berdakwah ditanah sebrang, di zaman kala itu tidak ada komunikasi anatar keduanya, [emangnya sekarang ada internet!] sampai sang bayi tumbuh menjadi pemuda, dan begitu sabarnya sang istri membesarkan seorang putra sendirian sampai menjadi pemuda. Akhirnya sang pemuda bertemu dengan ibnul Qosim, dimana-mana buah tak jauh dari induknya, sang pemuda tumbuh menjadi pemuda idaman ummat yang gemar berdakwah. Semoga saya pun bisa sesabar istrinya ibnu Qosim :D

Jika seorang isteri itu telah menunaikan solat lima waktu dan berpuasa pada bulan ramadhan dan menjaga kemaluannya daripada yang haram serta taat kepada suaminya, maka dipersilakanlah masuk ke syurga dari pintu mana sahaja kamu suka.” (Hadist Riwayat Ahmad dan Thabrani)


”Sesungguhnya setiap isteri yang meninggal dunia yang diridhoi oleh suaminya, maka dia akan masuk syurga.” (Hadist riwayat Tirmizi dan Ibnu Majah

Semoga keluarga kecil kami bisa bertahan sampai kaki kami menginjakkan kaki di surgamu ya Allah..

~~4 Nov 2011- 20.30 WIB ditulis saat hujan deras, semoga Engkau mendengar doa kami~~

Life is learning…

Tidak terasa saya sudah sebulan ini menjalani profesi sebagai dosen. Hmmm… menghela napas cukup panjang ketika harus bercerita, hehe. Bukan karena apa-apa, tapi transformasi dari saya yang tidak bekerja menjadi wanita yang bekerja, menjadikan semuanya berbeda dari biasanya dan memulai adaptasi yang baru. Adaptasi yang benar-benar baru, dan baruu [halah].

Ingin saya memulai tulisan ini dengan pejuangan mendapatkan profesi ini. Tepatnya dimulai di bulan September 2010, telah dibuka pendaftaran CPNS dosen dari Kementrian Pendidikan Nasional, seluruh perguruan tinggi negeri dibawah kemendiknas mengadakan open recruitment untuk tenaga dosen dan teknisi. Kala itu amanah cinta saya, Kafa masih berusia 2 bulan. Berat teramat berat untuk sekedar meninggalkan anak sholeh Kafa untuk mengikuti serangkain tes penjaringan CPNS dosen. Meskipun berat harus dilalui demi mengejar cita-cita dan mewujudkan impian orang tua saya. Dimulailah saya mendaftarkan diri di UNY, dua hari sebelum penutupan CPNS tenaga dosen, waktu itu kenapa baru dua hari baru mendaftar dikarenakan mencari dokumen penunjang yang harus dilengkapi dalam pendaftaran yaitu, fotokopi ijazah S1&S2 yang sudah dilegalisir, fotokopi transkrip S1&S2 yang harus dilegalisir, fotokopi sertifikat seminar-seminar kependidikan yang pernah diikuti, stopmap berwarna kuning, formulir pendaftaran online, dan rekomendasi dari dosen (kalau ada). Setibanya disana saya ditolak karena minimal IPK S1 3,25 dan S2 3,5. Sedang saya S1 3,2 dan S2 3,84. Saya tidak patah semangat, lawong kurang 0,5 saja untuk IPK S1 nya dan IPK S2 nya berlebih 3,04 dengan masa studi S2 saya relatif singkat 15 bulan (normal S2 24 bulan). Kemudian saya memberanikan diri menemui bapak dekan MIPA UNY, bapak dekan menjelaskan bahwa lowongan dosen saat ini adalah dosen instrumetasi, sedang saya fisika. Padahal yang tertulis di pengumuman lowongan adalah S1 Fisika dan S2 Fisika, ya sudahlah belum berjodoh dengan UNY. Tetapi anehnya, karena menerapkankan standar IPK S1 yang terlalu tinggi lowongan dosen fisika tidak ada yang daftar, dan kemudian diperpanjang masa pembukaan CPNS nya dan menurunkan standarnya di IPK terendah S1 3,00 . Oalah, terlalu sombong nian dikau UNY [kata hati kecil saya yang sedikit kecewa ditolak UNY hehe..], UGM saja kala itu cuma menerapkan standar minimal S1 3,00. Oh iya saya alumnus S1 dan S2 UGM fisika. Saya tidak mendaftarkan di CPNS nya UGM karena mestinya saya langsung tertolak haha, karena UGM mendahulukan yang lebih dahulu magang disana, ya kira-kira magang 3-5 tahun lah baru diangkat sebagai CPNS, maklum antriannya banyak.

Kiranya saya tidak patah semangat, karena dream wall saya 2010 ini sudah harus menjadi dosen, kalau meleset paling tidak awal 2011. Alhamdulillah sekali, dan sungguh sungguh saya sangat beruntung diberi Allah pendamping hidup yang sangat mensupport keinginan saya. Hari itu hari pendaftaran terakhir dosen dari kemendiknas, sedang saya tertolak dari pendaftaran UNY, kemudian saya diantar suami mendaftar di UNS sebagai cpns tenaga pengajar pendidikan fisika, tetapi suami bilang, “Ingat ya dek, ini tesnya sebagai ajang uji coba saja ya, kalau diterima test selanjutnya ga usah didatangin”. Sebenarnya dalam hati berat rasanya untuk bilang, “iya yank”. Walau bagaimanapun dia suamiku, harus ditaati apapun juga kondisinya, selama itu tidak menyimpang syariat, masih terngiang kata2 abi sebelum aku menikah dengannya. Waktu hari pendaftaran sabtu itu pun sangat mepet jam 2 pendaftaran ditutup, kami nyampe UNS pun jam 2.30, mobil yang dikendarai suami melaju sangat pesat dan malah kami srempetan dengan pengendara motor yang ugal-ugalan. Meskipun terlambat , kami diterima dengan hangat. Jumlah pelamar waktu itu ada 13 orang sedang yang dibutuhkan cuma 2 orang. Test pertama adalah tes bakat skolastik, test pengetahuan umum, test bahasa inggris (vocab). Setelah itu pengumuman, dan saya lolos, waktu itu masih tersisa 7 orang pelamar, kemudian test kedua,dua hari sebelum pelaksanaan test kedua gunung merapi meletus yang terdashyat, kebetulan saya beserta Kafa mengungsi. Test kedua tentang test “ English for Academic Purposes”. Tes hari berikutnya adalah microteaching dimana pelamar disuruh mengu test wawancara. Wawancara dengan pihak kaprodi FKIP sudah terlapampaui, wawancara dengan pihak jurusan,mikro teaching, dan terakhir wawancara dengan pihak dekanat. Begitu terkejutnya saya ketika pihak dekanat memberikan form persetujuan dengan membayar denda 50 juta ketika meninggalkan formasi CPNS apabila diterima, mau mengabdi universitas minimal 5 tahun. Ketika saya konsultasikan dengan suami, suami tidak membolehkan meneruskan test. Ya sudahlah tidak berjodoh dengan UNS juga semoga ini yang terbaik. Dan akhirnya saya tidak menandatangani form persetujuan bermaterei.

Pada waktu pertengahan test CPNS UNS, saya juga mengikuti test CPNS tenaga pengajar di UIN Sunankalijaga yang merupakan kepanjangan dari Pendidikan Tinggi Islam Kemenag. Ada yang membedakan test CPNS kemenag dan kemendiknas yaitu dalam test kemenag ada alur test bahasa arab dan hafalan juz 30. Dan microteaching dan wawancaranya yang menguji adalah dari dekan-dekan dari UIN Sunan Kalijaga. Test tahap pertama tes pengetahuan umum da test bakat skolastik berhasil saya lalui. Waktu itu ada 4 pelamar online, tetapi yang lulus verifikasi ada 2 orang pelamar. Yang lolos tahap 1 pun ada 2 pelamar. Kemudian saya melanjutkan mengikuti test tahap kedua, sibuknya untuk test hari kedua kali ini karena harus menyiapkan paper, makalah, couse outline, dan bahan ajar untuk di microteachingkan.Ditambah lagi, kafa rewel kalau saya sedang frustasi dan tidak tenang, alhasil bergadang semalaman untuk mepersiapkan segala sesuatunya, termasuk mengurusi kafa yang rewelnya berlebih kala itu. Hari itu berdasarkan undian saya mendapatkan urutan test microteaching, wawancara, test bahasa inggris, test bahasa arab dan hafalan. Pada saat test hari kedua ini saya mengikuti testnya lama banget, dari jam 7 pagi sampai jam 18.00 sore, karena formasi tenaga pengajarnya banyak sekali dan dicampur seluruh fakultas di UIN Sunan Kalijaga. Pelamar yang satunya kebetulan kakak angkat saya sendiri dan dia sudah keterima di UNS. dan alhamdulillah saya lolos untuk test CPNS tenaga pengajar dosen formasi dosen astronomi di UIN Sunankalijaga. Itu pengumumannya bulan desember, dan SK CPNS turun pada tanggal 31 Maret 2011. Dan akhirnya saya mulai full ke kampus tanggal 1 April 2011. Alhamdulillah.. mulai sekarang harus bisa mengabdikan diri sebagai dosen, walau sebenarnya kalau CPNS belum boleh mengajar.

Menjadi dosen harus mau belajar, belajar dan belajar. Tidak sekedar mentransfer ilmu, tetapi harus bisa memotivasi mahasiswa mencintai ilmu, mengembangkan ilmu, dan mengajarkan nya untuk orang lain. Begitupun ketika sudah menyandang jabatan fungsiona tertinggi sebagai profesor pun harus belajar,meneliti dan mengabdikan diri untuk masyarakat. Dan menjadi bunda yang cerdas dan baik untuk kafa. Bangun pagi-pagi buta untuk menyiapkan bubur kafa, masak-masakan yang alami dan menghitung nilai kalori berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG). Memandikan dan menyuapi kafa dan baru bisa ditinggal ke kantor ngajar. Setelah pulang dari kantor masih mengurusi Kafa. Dan malamnya menyiapkan bahan ajar dan juga belajar tentang perkembangan Kafa. Saya masih baru dalam pekerjaan ini baik pekerjaan dosen maupun pekerjaan bunda cerdas, jadi masih harus banyak dan banyak belajar. Tulisan tentang tumbuh kembang my baby Kafa akan saya posting kemudian hari. Subhanalloh, multi level teaching mulai kami jalankan saat ini….

Life is learning……………………………………

Sepatu Lukis Drainbow

Cita-cita menjadi kaya, itu pasti manusiawi. Tapi menjadi orang kaya yang baik, adalah pilihan. Kita dapat becermin pada generasi silam. Bayangan enaknya jadi orang kaya, empat belas abad yang lalu, pernah dikemukakan beberapa sahabat di hadapan Khalifah Umar bin Khattab.

Waktu itu, Umar naik mimbar dan bertanya kepada jamaah, ‘’Kemukakan keinginan kalian.’’ “Aku mengandaikan mendapat rumah yang dipenuhi dirham, lalu aku infakkan fi sabilillah”, jawab seseorang. ‘’Utarakan keinginan kalian,’’ kata Umar lagi. ‘’Aku mengandaikan mendapat rumah yang dipenuhi emas, lalu aku infakkan fi sabilillah,’’ jawab seorang lainnya. ‘’Sampaikan keinginan kalian,’’ kata Umar lagi. ‘’Aku mengandaikan mendapat rumah yang dipenuhi permata, lalu aku infakkan fi sabilillah,’’ jawab seorang lagi. ‘’Apalagi selain itu?’’ kata orang-orang ketika Umar mengulangi pertanyaannya (Imam Bukhari dari Zaid bin Aslam, dalam Tarikh As Saghir: 29).

Cita-cita untuk kaya sehingga dengannya dapat berbuat kebajikan lebih banyak, bukan angan yang sia-sia. Bahkan meski masih sebatas keinginan, ia sudah menjadi ‘’sesuatu’’ di hadapan-Nya. Sebagaimana dikatakan Nabi Muhammad saw: ‘’…. menanti-nanti (mengharap-harap) kelapangan (sehingga dengannya dapat berbuat kebajikan) adalah suatu ibadah’’ (HR Bukhari).

Meski memilih hidup miskin, Rasulullah tak pernah membenci kekayaan dunia. Beliau berwasiat, ‘’Jangan kalian mencaci-maki dunia. Dia adalah sebaik-baik kendaraan. Dengannya orang dapat meraih kebaikan dan dapat selamat dari kejahatan.’’ (HR Ad-Dailami). Nabi pun menegaskan, sebaik-baik kekayaan adalah di tangan Muslim yang dermawan.

Semoga kita bisa mencontoh Rasulullah, yang tidak sekedar kaya, tapi bermanfaat untuk kehidupan.

Tulisan ini dibuwat untuk yang mencari referensi tentang berdirinya dan latar belakang pembentukan usaha bisnis kami yang bernama “DRainbow”. Satu setengah tahun sudah sepatu lukis drainbow berdiri, Drainbow didirikan pada july 2009.

drainbow-sepatulukis.jpg

1. Awal berdirinya
Awal berdirinya sepatu lukis drainbow diawali keinginan untuk mendirikan usaha bersama yang di motori temen saya Siti Fatchiyah Annajachah (Nana). Dan kami segerombolan gadis penggiat organisasi dakwah sekolah sleman berkumpul ada saya nama lengkap Asih Melati (Immel), Anugrah Romadhona Meika Sari (Dona), dan Yuli Rachmawati (yulie). Kami bertekad untuk menjadi kaya sebagai pengusaha hehe, rapat dimulai, dan diketok palu usaha kita diberi nama Drainbow, dengan produk utama sepatu lukis.

Drainbow saat ini mempunyai 4 pelukis muda berbakat, dan 2 karyawan tetap. Drainbow juga mengembangkan sayap tidak hanya sepatu, tetapi juga, tas lukis, kaos lukis, jilbab lukis ,tas laptop lukis, jaket lukis dan topi lukis. Drainbow juga pernah masuk jawa pos dan radar jogja. Drainbow juga sering berpartisipasi dalam pameran sekup yogyakarta dan juga di mall-mall besar seperti Galeria mall dan Malioboro mall. Drainbow juga aktif mengikuti komunitas pengusaha muda Yogyakarta yang bernaung di bawah komunitas Tangan Di Atas (TDA).

Keunggulan Produk Drainbow

1. Produk berkualitas
2. Hasil Lukisan yang bagus dan sesuai
3. Nyaman dipakai
4. Lentur
5. Ga’Luntur
6. Ringan
7. Bisa design sendiri
8. Modis,Unix dan Trendy
9 Garansi Satu minggu
10. Pengiriman Relatif Cepat dan tepat

Drainbow juga mempunyai offline shop yang terletak di Jl Kaliurang Km 5 Pogung Baru Blok D 26 Yogyakarta.

Online Shop kami
1. Facebook sepatu lukis drainbow full
2. Facebook sepatu lukis drainbow II http://www.facebook.com/profile.php?id=100000486343893
3. Facebook sepatu lukis drainbow III
4. Facebook sepatu lukis drainbow IV http://www.facebook.com/home.php#!/profile.php?id=100000542429012
5.Facebook grup sepatu lukis drainbow http://www.facebook.com/profile.php?id=100000542429012#!/group.php?gid=184468646789

6.http://anekashop.com
7.http://drainbowshoes.multiply.com
8. Kaskus http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4386206
9.Follow our Twitter http://twitter.com/#!/drainbowshop

Cara pesan

1. Lihat galeri foto kami di tentukan model sepatu yang kamu butuhkan,
jenis sepatu kami ada

a. model flat, flat tali, flat short –> 120 rb
b. model vans, converse, flat short tali 135 rb
c. Model High converse 150 rb
d. Model kids 100 rb

jenis tas lukis kami
a.Tas selempang lapis
b.Tas selempang trapesium
c.Tas selempang segi 8
d.Tas cangklong
e.Tas ransel
Bahan kain tas dari canvas,grill dan tenun. Dan tersedia dalam semua warna. Begitu juga dengan jilbab,topi,kaos dan media lain bisa request bahan,model,gambar dan warnanya. Dijamin cozy abiis..

2. Tentukan desain yang kamu inginkan, desain nya pun bisa dari kamu sendiri. Desain sendiri dikirim ke email drainbow.shoes@gmail.com serta warna dasar yang kamu inginkan.
3. Ukur kaki mu dari ujung tumit sampai ke ujung jempol, berapa cm karena itu akan digunakan untuk menentukan ukuran sepatumu.
4. SMS ke 0857 2997 4126 (immel) format nama kamu-model speatu_ukuran kaki dr ujung tumit ke ujung jempol_gambar yang diinginkan_alamat lengkap
5. Kirim transfer uangnya di rek kami

BCA 0370592322 siti fatchiyah annajachah atau
Mandiri 137-00-0659567-8 atas nama Asih Melati

6. Barang kami antar pake tiki /wahana/kantor pos berdasarkan request kamu dan kesesuaia harga
7. Setelah melakukan pentransferan sms ke 0857 2997 4126
8. Seminggu setelah pentransferan produk kami antar kami antar
Dan terakhir kali, saya meminta doa pengunjung beninghati semuanya, untuk kelancaran dan keberkahan bisnis ini, semoga bermanfaat untuk ummat dan memperbaiki perekonomian bangsa, karena kami 100% cinta Indonesia :). Berhubung saya diterima menjadi dosen di UIN Sunan Kalijaga, saya hanya terlibat di menagemen nya saja :)

Indahnya Menjadi Bunda

Alhamdulillah satu momen mendebarkan dalam hidup telah terlewati, ya melahirkan!. Sebuah kekhawatiran bercambur bahagia menantikan detik-detik kelahiran bayi, namun tak sedikit seorang ibu yang mengalami trauma psikis. Dan alhamdulillah, sungguh sangat amazing ketika saya berhasil melewati tahap itu untuk menjadi seorang bunda seutuhnya. Untuk menjadi seorang bunda seutuhnya tentu saja membutuhkan banyak kesiapan mental dan juga materi. Kesiapan materi dan mental yang mantap dalam menyambut sang amanah cinta akan saya bagi disini, semoga bermanfaat untuk pengunjung Bening Hati semuanya.


1. Persiapan pra melahirkan
- Bekali diri dengan ilmu tentang melahirkan dengan mengumpulkan referensi bisa dari buku, diskusi dengan teman yang udah duluan melahirkan, forum diskusi di internet dan ibu kita tentu saja.

- Ikut senam hamil, saya ikut senam hamil di RS bersalin Sakina Idaman bea per 1 kali keberangkatan Rp. 15.000 mulai kehamilan 34 weeks, saya memilih disini karena dekat n murah, di RS ini jadwal senam hamil hari senin dan kamis. Lain lagi di RS JIH Rp 30.000 harinya, senin, Rabu, Sabtu, dan di RS panti Rapih Rp. 15.000 harinya senin dan kamis. Senam hamil membantu kebugaran ibu hamil dan disini diajari teknik melahirkan yang benar dan juga disini ibu-ibu akan bertemu teman2 seperjuangan yang hamil, jadi bisa sahring tentang perkembangan janin dan perubahan psikis lainnya, juga bisa konsul gratis dengan instruktur senamnya. Di Sakina instruktur senamnya Dra fajar wati, Ms. dosen UNY dan juga instruktur senam yang terkenal di Jogja (kemarin masuk Jogja TV loch :D )

- Membeli perlengkapan si kecil, saya membeli perlengkapan si kecil ketika usia kehamilan 7 bulan di pasar Tanah Abang Jakarta di lt 1&3 nama tokonya Sinar Abadi, murah harga grosir dan sebagian di Jogja (di Wijaya babyshop). (NB: kepercayaan jawa kuno bilang pamali kalau beli pakain bayi dibawah 7 bulan tidak beralasan!, kalau orang tua, ibu atau mertua kita masih beranggapan seperti itu dan menyuruh kita untuk membeli perlengkapannya pas usia 7 bulan, mids set kita dibawa ke positif thinking aja, kalau bayi 7 bulan khan udah ketahuan jelas jenis kelaminnya, jadi bisa nyesuain warna pernik bayi, Ok! :) ). Berikut ini list kebutuhan untuk new born baby yang saya beli. Untuk buah hati yang tercinta, saya membeli yang kelas menengah alias yang ga mahal banget juga yang murah banget, yang mahal sih banyak, yang murah pun juga masih banyak :D.


1. Baju lengan pendek 1/2 lusin Rp.35.000
2. Baju Buntung 1/2 lusin Rp.35.000
3. Baju Panjang 1 Lusin Rp.60.000
4. Bedongan chibon 1/2 lusin Rp.45.000
5. Popok 1 Lusin Rp.20.000 kw 1(ternyata masih kurang banyak, saya nambah lagi di jogja 3 lusin lagi harga Rp.17.000 kw 2)
6. Gurita 1 lusin Rp, 18.000 (ternyata sama dokter anaknya ga dobolehin pake gurita, mubazir degh (doh) )
7. Celana Panjang 1/2 lusin Rp.38.000
8. Seperangkant topi, sarung tangan bayi,celemek yg seragam Rp.20.000
9. Celana Pop 1 lusin Rp.18.000
10. Topi, sarung tangan, celemek, seragaman Rp. 20.000
11. Sarung tangan 1 lusin Rp. 12.000
12. Perlak Ondo Rp. 55.000 (kenyataannya perlak ini ga banyak berfungsi, sulit dibersihkan dr pup krn bentuknya bergerigi)
13. Zwitsal (isi bedak, cologne, hair nutrition,cream anti iritasi) Rp.45.000, di supermarket biasa cuma Rp.40.000
14. Kasur pjg 1 m, guling 2, bantal cekung 1, bantal biasa 1. Rp. 75.000

Sedangkan yang saya beli di Jogja sebagai berikut.
15. Baby box merk playgro Rp. 800.000 di toko mebel Anugrah jl Monjali (harga asli Rp.1000.000, disc utk pelanggan tetap)
16. Lemari baby merk pro desain Rp. 1.000.000 di toko mebel Anugrah jl Monjali (harga asli Rp.1.300.000)
17. Tas baby gendongan, n mantel baby seragam merk dialogue baby di Wijaya baby shop Rp.250.000
18. Jumper Baby di Wijaya Baby Shop. Rp.45.000 (NB: semua baju baby tetep lebih murah di pasar Tanah Abang)
19. Kapas 1 kg Rp. 23.000
20. Ember baby merk Abby Bear Rp.200.000 (ini yg beliin ibu mertua, kalau saya yg belanja ember ini ga saya lirik :p, mahal!)
21. Kerodong baby,desain unik kayak balon pelampung Rp. 250.000 (dibeliin ibu mertua lagi :p)


Nah, itu dia yang persiapan materi untuk si kecil. Sebenarnya ibu mertua juga membelikan banyak barang untuk si kecil, tapi saya khan ga tahu semua detail harganya ya khan :D. Tapi saya rasa persiapan diatas cukup untuk menyambut sang amanah cinta tercinta.


Sedangkan persiapan untuk bundanya diantaranya
1. Baju menyusui alias kancing depan
2. BH menyusui
3. Pembalut nifas
4. Korset atau stagen





2. Melahirkan itu amazing

Coba anda tanya, peristiwa apa yang amazing bagi wanita, tentu banyak dari mereka yang menjawab, melahirkan!. Wanita makhluk teristimewa yang dicipta Allah sebagai perantara lahirnya manusia-manusia baru. Tak sabar sebenarnya menceritakan proses kelahiran dedek saya, pengen ngeblog begitu dia lahir. Saya cerita ya, silahkan menyimak (ala guru TK sahaja :D)

Hari itu, senin 9 Agustus 2010 tak seperti biasanya, pagi jam 06.00 perut saya sakit, kontraksi!. Karena sudah biasa dedek kontraksi, sehingga saya membiarkannya saja. Saya masih belum bisa membedakan mana kontraksi palsu (Braxton) atau kontraksi asli. Loch koq aneh, kontraksi itu berlangsung terus sampai jam 11 siang dan selangnya mulai periodik 15 menit, Gaswat! jangan-jangan dedek mau mbrojol hari ini. Padahal hari sabtunya kami kontrol kehamilan di JIH bersepakat dengan dokter saya kalau ga hari rabu ya kamisnya untuk melahirkan Caesar. Dokter memvonis harus caesar karena posisi dedek sungsang obelix.
[NB: Sebenarnya saya sangat takut sekali operasi caesar, karena ibu saya mengalaminya pas kehamilan terakhir, dan berakhir dengan meninggalnya bayi serta pengangkatan rahim, bisa dikatakan saya mengalami trauma psikologis kronis :(, ditambah lagi dokter saya Dr. Enny pas memvonis saya caesar nadanya meninggi ditambah lagi menakut-nakuti tentang pengangkatan rahim, sponstan saja saya menggigil dan meraung-raung sejadi-jadinya begitu sampai rumah]
Berharap dan terus berharap untuk melahirkan normal sampai-sampai second opinion pun saya cari. Second opinion kami cari di RSIA Sakina Idaman, disini saya bertemu langsung dengan bidan Muslimatun. Memang sungsang obelix, dan kemungkinannya tidak bisa lahir normal alias caesar. Tetapi disini saya mendapat spirit lebih, bu Muslimatun sangat paham dengan kegundahan hati saya dan mengingatkan tentang kekuasaan Allah diatas segala-galanya, astaghfirulloh saya sadar betapa ujian ini harus saya lalui untuk meyakinkan Allah bahwa saya mampu menjadi orangtua bagi bayi ini. Disini bisa diambil hikmah, wahai tenaga penjual jasa kesehatan, sebaiknya anda memperhatikan kondisi psikologis pasien ketika anda melakukan diskusi, praktek dan sejenisnya, apalagi kepada ibu hamil yang lebih sensitif dibanding dengan pasien lainnya.

Akhirnya karena udah kontraksi periodik saya diantar ibu mertua ke JIH sambil sms-an dengan suami. Lagi-lagi saya berharap ga lahir hari senin ini, karena suami saya ga di jogja. Senin, 9 Agustus jam 13.00 sampai di RS JIH saya langsung masuk ruang UGD terus di rujuk ke poli kandungan, disini saya masih bisa berjalan sendiri walau dengan menahan sakitnya kontraksi. Betapa kagetnya saya pas dokter bilang, ” Loch koq ketubannya sudah sedikit, ada kemungkinan ketubannya merembes “. Trus dokter bilang lagi, “ini sudah bukaan 2 jadi harus segera dioperasi jam 2 ini”. Innalillahi wa inna ‘ilaihi rojiun kacaw benar pikiran saya, suami belum pulang sehingga ketakutan ini (lebih tepatnya saya bukan takut operasinya tapi saya bermasalah pada trauma psikologis caesar yang terjadi pada ibu saya), ditambah lagi saya menghadap dokter ini sendirian sedang ibu mertua sedang mengurus kelas kamar opname. Saya meminta keringanan, “Bisa ga dok, di operasi sekitar maghrib dengan harapan saya bisa ditemani suami”, “Wagh ga bisa ini udah bukaan 2, nti malah takutnya ketubannya kering” akhirnya di operasilah saya jam 2 siang, ureg ureg surat persetujuan di tandatangani.

13.30- waktu seakan berjalan melambat, 1 detik bagai 1 jam lama nya, sakitnya ga karuan. Saya disuruh berbaring di tempat tidur rumah sakit, badan dibersihkan. Tidak berhenti-hentinya saya beristighfar dan membaca doa nabi daud, untuk dimudahkan persalinannya. Dengan HP masih ditangan, masih sms an dengan suami. Dan saat itu hati saya hancur berkeping-keping saat suami sms tidak kebagian tiket pesawat sehingga dia tidak bisa menemani saat-saat bersalin. Huwaaaa.. saya pengen menangis sekencang-kencangnya, tapi buwat apa, toh semua ga ada gunanya. Saat ini yang terpenting adalah dedek lahir dengan selamat itu saja titik. Tapi walau udah membawa aura itu ke dalam pikiran, masih juga muncul aura negatif kecewa karena ga ditemani suami, huffft.

13.45 - Tempat tidur tempat aku berbaring di dorong 4 suster dan sepertinya ada 1 perawat laki laki. Semua wajah mereka memakai masker, entahlah siapapun mereka aku berharap banyak pada mereka, tolong bawa aku ke ruang operasi segera. Tuiiing.. jejakan sang bayi terasa hebat, saya bercucur keringat dingin untuk menahannya. Kontraksi nya semakin menghebat kali ini tidak hanya 5 menitan sobat, tapi 1 menitan. Tuiiiiinggg, dedek menjejak lagi mau keluar, masyaaaaa Allllah.. suster nya bilang, tarik nafas..! Lepaskan..!! (Untung saya sudah diajari di senam hamil teknik pernapasan seperti ini, tariik nafas dengan hidung tahan kemudian hembuskan dengan mulut, hal itu membantu sekali saat-saat seperti ini). Tuuiiiiiiiiinnnnnnngg, Tariiikkk nafaas…!! Hembuskan..!! sambil meremas tangan suster saya mencoba bernapas teratur sesuai aba-aba.

13.50-Auuuuw.. pyoooh.. ketubannya pecah!! saya panic!! haduuh jangan-jangan akan terjadi kekeringan rahim karena ketuban pecah duluan, bagaimana dengan bayi saya, bagaimana kalau dia .. haduuh saya benar-benar panic sepanic panicnya, akhirnya saya bertanya, “Suster bagaimana ini, bayi saya gimana??!!” , suster menjawab “tenang buk, tidak apa apa”. Saya kembali lega, sesaat kemudian perut saya terdorong, saya mau kentut. Tapi aneh, sepertinya yang keluar bukan kentut tapi.. ” Apa suster???” saya mencoba bertanya menggugurkan imaginasi yang berkelebat, ” kaki bayi keluar!!!” spontan jawaban suster bikin saya lemes. “Gimana ini sus ” tanya suster itu kepada suster lainnya, “Masukkan lagi !!” jawab suster lainnya kompak. “Whatzzz!!!!” pikiranku udah ga jelas kemana menahan sakit setelah kaki bayi dimasukkan lagi.

14.00- Harusnya saya sudah berada di ruang operasi, tapi kenapa ini lama sekali. ” Ya Allah apabila aku mati kali ini, tolong matikan aku dalam keadaan husnul khotimah ya Allah, tolong selamatkan bayi ini, jadikan dia anak yang sholeh ya Allah ..” pintaku dalam tangis kebisuan. Ternyata dokter anastesi (bius) nya belum datang. 5 Menit kemudian baru datang, dan juss saya disuntik bagian punggung, sesaat itu sakit kontraksi yang menghebat hilang dengan sendirinya. Akhirnya krek-krek perut saya digunting, saya tidak merasa sakit tapi kedinginan, pantas saja udara di kamar operasi itu di stell 16 derajat Celcius. Saya sempat berdialog dengan dokter anastesinya, dan “Ngoek ngoeek” suara sang bayi pecah saat diangkat dari rahim saya, dan yang saya rasakan saat itu nafas saya sesak, seakan orang yang mau kehabisan oksigen. Trus sang bayi didekatkan ke muka saya, begitu mungilnya dia, begitu putih bersih, subhanallah saya mengangis, alhamdulillah.. terimakasih ya Allah kau percaya aku menjadi ibu bagi bayi ini, akan kudidik dia untuk mengenal-Mu, berhamba kepada-Mu, dan memuliakan agama-Mu. Allohu akbar Allohu akbar Allohu Akbar…

3. Lelah yang menyenangkan
Rasa senang, shock, dan bangga bercampur menjadi satu. Senang karena bayi ini lahir selamat,tanpa cacat, imut dan sehat. Shock karena kehidupanku berubah drastis dari yang dulunya bebas kemana-mana (tentunya dengan izin suami), kini tidak bisa begitu lagi karena harus selalu mendampinginya, shock juga dengan perubahan fisik yang kualami, gampang capek &migrain karena bergadang tiap malam sampai 2 bulan, tiada habisnya. Menyusui bagai pekerjaan resmi dan harus dilakukan segera, seperti seorang direktur yang punya banyak perusahaan harus siap sedia. Dan juga bangga karena saya telah berhasil melewati fase ini, menjadi seorang ibu yang baik kebanggaan bagi setiap wanita.

Kebahagian yang tak terkira itu jangan lupa untuk mensyukurinya melalui aqiqoh yang diadakan 7 hari setelah kelahiran bayi, dengan menyembelih 2 kambing untuk bayi laki-laki dan 1 kambing untuk bayi perempuan, dan tak lupa mencukur rambutnya, dan bersedekah sebanyak berat rambutnya.

Dua bulan awal sangat melelahkan bagi seorang ibu baru seperti saya, bayangkan saja dedek ngompol sampai 18 kali seharinya. dan 20 kali dalam semalamnya. Kalau siang dedek tidur kalau malam dedek bangun. Ditambah lagi si ibu di sedot terus asi-nya, hingga tiap hari adanya cuma lapar, lapar dan lapar terus. Lelahnya lebih lelah daripada menyusun skripsi atau tesis hehe.. Tapi anehnya lagi, selelah-lelahnya ibu begitu melihat dia tertidur pulas atau tersenyum walau tidak jelas kepada siapa dia tersenyum, kelelahan itu mereda. Dua bulan berlalu, sang bayi sudah menemukan arti siang dan malam, dan pipisnya pun mulai berkurang. Alhamdulillah lagi, step itu telah terlewati. Kini dia tumbuh menjadi anak yang imut, cakep, gendut,pintar,lucu, mengemaskan dan insya Allah sholeh, dialah buah hati kami tercinta, yang kami beri nama Muhammad Kafaa Pratama Khoir. Kami berharap dari nama itu semoga dia menjadi orang yang terpuji laksana nabi Muhammad yang selalu menjadi yang pertama dalam mencukupi/memenuhi kebaikan.

Ku akan mengajarkanmu banyak hal anakku, agar kamu menjadi orang yang Selamat aqidahnya, Benar ibadahnya, Kokoh akhlaqnya, Mempunyai kemampuan untuk mempunyai penghasilan, Jernih pemahamannya, Kuat jasmaninya, Dapat melawan hawa nafsunya sendiri, Teratur urusan-urusannya, Dapat menjaga waktu, Berguna bagi orang lain., dan juga yang terpenting seperti Lukman mengajari anaknya;

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar”.(Luqman: 13)

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (At-Tahrim: 6)

Ya Allah bantu kami untuk menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak kami nantinya, aamieen. Sehingga kami bisa berkumpul di surgamu kelak.

Hanung, Sungguh Terlalu!!

Kali ini saya akan mengutip sebuah tulisan yang mengindikasikan tentang pemikiran seorang sutradara yang sepak terjangnya sungguh keterlaluan. Siapa yang tidak kenal dengan sutradara Hanung Bramantyo, kalau dulu saya sempat memujinya karena dia yang pertama kali merintis film bergenre religi dengan lehirnya film Ayat-ayat Cinta. Berikutnya saya mulai berpikir ternyata ayat-ayat cinta yang dia filmkan itu berbeda sekali dengan novel n cerita aslinya, mengambilan sudut pandangnya pun juga keliru. Berikut saya kutip tulisan yang sejenis yang menyebutkan sepak terjang Hanung.

Wawancara dengan tokoh sastrawan Taufik Ismail.

Tampaknya bangsa ini tidak kapok-kapok dengan sepak terjang kaum Komunis yang telah membunuh 100 juta manusia di 76 negara seluruh dunia selama 74 tahun kekuasaannya (1917-1991), atau 1,350 juta orang pertahun atau 3.702 orang perhari, sebagaimana disebutkan Taufiq Ismail dalam bukunya “Katastrofi Mendunia, Marxisma, Leninisma, Stalinisma, Maoisma dan Narkoba”.
Sementara di Indonesia kaum Komunis telah dua kali menggerakkan kudeta (1948 dan 1965) yang akhirnya gagal total.

Meski tindakannya selalu brutal dan menghalalkan segala cara, ternyata masih ada manusia Indonesia yang menjadi pengagum Komunisme bahkan berusaha memperjuangkannya melalui film-film yang selama ini dibuatnya, seperti yang dilakukan sutradara muda, Hanung Bramantyo, suami aktris Zaskia Adya Mecca, yang merupakan istri keduanya setelah ribut di Pengadilan Agama dengan istri pertama. Adapun film garapan Hanung yang sangat kental bau Komunisnya sekaligus Sepilis (Sekularis, Pluralis dan Liberalis) serta menghina Islam adalah Perempuan Berkalung Sorban (PBS). Saking kagumnya dengan Komunis, sampai-sampai ringtone hand phone Hanung bernada lagu khas Gerwani PKI, Genjer-Genjer. Hanung juga pernah membuat film yang sangat kental bau komunisnya, Lentera Merah, kalau diplesetkan menjadi Tentara Merah.

Film yang dibintangi aktris Revalina S Temat (Annisa) tersebut diambil dari Novel PBS karya Abidah El Khaleqy. Novel PBS sebelumnya mendapat penghargaan dari The Ford Foundation, sebuah NGO yang memperjuangkan faham Sepilis dan dikendalikan kaum Zionis Yahudi AS. Film tersebut mengisahkan kebobrokan pesantren dan kiyainya. Pesantren dan kiyainya dicitrakan kotor, sumber penyakit, sangat bengis, mudah main pukul, mengekang perempuan, mengekang hak berpendapat, menempatkan perempuan pada martabat yang rendah, suka main bakar buku-buku komunisme, suka main hukuman rajam secara serampangan dan sebagainya.

Dikisahkan, seorang santriwati yang juga putri kiyai pesantren, Annisa, dan tinggal di kompleks pesantren, frustasi karena ulah suaminya yang juga anak seorang kiyai yang sering melakukan kekerasan, akhirnya memutuskan untuk kembali dalam pelukan mantan pacarnya, Khudori, seorang alumnus sebuah perguruan tinggi di Kairo, Mesir. Bahkan Annisa yang sudah kebelet, mengajak Khudori untuk melakukan adegan ranjang di sebuah kandang kuda di pesantren tersebut, padahal kandang itu penuh dengan kotoran kuda. “Zinahi aku…Zinahi aku…!”, desak Annisa kepada Khudori sambil melepaskan jilbab dan pakaiannya satu persatu.

Ketika kedua insan lain jenis dan bukan suami istri tersebut sedang melakukan perzinahan, akhirnya datang rombongan santri dan suami Annisa mengerebeknya. Lalu keduanya mendapat hukuman rajam dengan dilempari batu oleh para santri. Lemparan batu baru berhenti setelah ibu Annisa berteriak sambil mengatakan, “ yang boleh melempar batu hanya orang yang tidak pernah melakukan dosa!”, padahal tidak ada orang yang tidak pernah melakukan dosa. Kata-kata dari ibu Annisa ini jelas mengutip dari cerita Kristen dari Kitab Injil, dimana dikisahkan seorang pelacur, Magdalena, dihukum rajam dengan dilempari batu. Kemudian datang Nabi Isa (Yesus) untuk menyelamatkannya dengan mengatakan, “yang boleh merajam hanya yang tidak punya dosa”. Jadi selain berbau Sepilis dan Komunis, film PBS juga beraroma Kristiani dan berusaha menghancurkan Islam lewat pintu budaya melalui film.

Jelas dengan menampilkan hukuman rajam yang sebenarnya tidak ada dalam novel aslinya, Karl “Hanung” Mark ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk membenci syariat Islam dan pesantren, sebab sejak dulu pesantren merupakan basis terkemuka dalam melawan gerakan PKI di Indonesia. Padahal itu hanya utopia dirinya sendiri, sebab selama ini belum pernah ada satupun pesantren di Indonesia yang melakukan hukuman rajam kepada santrinya yang melakukan perzinahan. Seolah-olah pesantren merupakan negara dalam negara dengan menegakkan hukumnya sendiri. Jelas ini merupakan distorsi terhadap hukum Islam dan upaya mengadu domba umat Islam dengan pemerintah. Dengan membuat film PBS, sesungguhnya Karl “Hanung” Mark telah melakukan anarkhisme psikis, yakni melakukan penyerangan secara psikis terhadap umat Islam dan pesantren sebagai salah satu simbol Islam di Indonesia. Karena dendam terhadap pesantren yang telah berjasa menghancurkan PKI, maka Hanung menyalurkan perlawanannya lewat film PBS. Hanung dengan sengaja telah menebar virus ganas Sepilis dalam film, tujuannya untuk menimbulkan citra buruk terhadap Islam dan umatnya sambil menebalkan kantong koceknya.

Sebagaimana dalam film Lentera Merah, dalam film PBS Karl “Hanung” Mark all-out mendukung Komunisme alias PKI isme. Terbukti dalam film PBS ada adegan pembakaran buku-buku karya Karl Mark dan sastrawan kiri Pramoedya Ananta Toer seperti Bumi Manusia, oleh para santri di lingkungan pesantren. Padahal dalam novel aslinya, jalan cerita tersebut tidak ada sama sekali. Bahkan buku-buku karangan Pramoedya seperti Bumi Manusia dan Anak Segala Bangsa sepertinya dijadikan bacaan wajib bagi Annisa dan para santri lainnya. Hal ini menunjukkan Hanung selain pengagum Karl Mark juga pengagum Pramoedya. Padahal banyak sastrawan sekaliber Pramoedya dan karya-karyanya malah lebih bermutu seperti Buya Hamka. Mengapa Hanung tidak menjadikan buku-buku Buya Hamba sebagai bacaan wajib bagi Annisa dan para santri lainnya, justru buku sastrawan yang pernah menghuni penjara di Pulau Buru itu dijadikan bacaan wajib.

Dengan demikian, sudah sangat jelas dalam film PBS terdapat motif ideologi Komunis yang dimaksudkan untuk memperjuangkan kembali tegaknya Komunisme di Indonesia meski dalam bentuk lain. Hanung mafhum betul bahwa satu-satunya jalan untuk mengembalikan ajaran Komunisme di Indonesia adalah mendiskreditkan ajaran Islam dan umatnya, dimana sasaran pertamanya adalah pondok pesantren yang selama ini menjadi basis kaum Nahdhiyyin dengan memojokkan para kiyai NU.
Adapun sasaran berikutnya adalah mendiskreditkan para pemimpin Islam di Muhammadiyah. Sebab kedua Ormas Islam ini mempunyai pengikut terbesar di Indonesia. Maka tidaklah mengherankan jika Hanung akan meluncurkan film KH Ahmad Dahlan “Sang Pencerah” tepat pada pelaksaan Muktamar Muhammadiyah ke 46 di Jogjakarta 2-8 Juli ini. Namun anehnya justru para pemimpin Muhammadiyah tidak curiga sama sekali akan sepak terjang Hanung selama ini yang selalu mendiskreditkan Islam dan para pemimpin Islam seperti dalam film PBS. Sekarang sudah terbukti, pemeran utama sebagai KH Ahmad Dahlan dalam film “Sang Pencerah” adalah Lukman Sardi, putra seorang komponis muslim dan pemain biola kawakan Idris Sardi namun sekarang telah murtad dari Islam dan menjadi Kristen. Bayangkan, seorang ulama besar pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan kok diperankan oleh seorang murtad, jelas ini suatu penghinaan terang-terangan terhadap Islam dan Muhammadiyah itu sendiri. Apa Ketua Umum dan 12 Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang terpilih dalam Muktamar nanti tidak malu ketika melihat pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dilecehkan dan direndahkan pribadi dan martabatnya oleh Karl “Hanung” Mark ?

Berikut ini wawancara Tabloid Suara Islam dengan sastrawan, budayawan dan penyair kawakan yang telah melahirkan banyak karya lagu Islami dari Bimbo serta putra seorang ulama besar dari Pekalongan KH Ghofar Ismail, Taufiq Ismail, seputar film Perempuan Berkalung Sorban (PBS).

Pak Taufiq, anda sudah menonton film Perempuan Berkalung Sorban ?

Saya sudah nonton PBS.

Bagaimana kesan Pak Taufiq ?

Belum pernah selama saya ini menonton film, berapa puluh tahun lamanya, berapa ratus judul banyaknya, kalau dihitung-hitung sejak masa kanak-kanak dulu, berapa ya, sejak 63, 64 tahun lebih yang silam, belum pernah saya merasa dihina dan dilecehkan seperti sesudah menonton film Hanung ini.

Lho, kok sampai begitu, ya Pak ? Dihina ?

Ya ! Di dalam film itu, semua pesantren dan semua Kiyai jelek. Situasi pesantren kumuh, Kiyai-kiyai dengan keluarga digambarkan buruk. Kelakuan tak terpuji. Terasa fikiran utama yang mendasari pembuat film ini adalah spirit mencari cacat, membuka noda, memberi tahu penonton, ini lho yang reyot-reyot, yang sakit-sakit, yang pincang-pincang dari ummat Islam, tontonlah. Begitu.

Apakah ini film pertama yang Pak Taufiq tonton, yang terkesan menghina Islam ?

Tentu saja bukan yang pertama. Banyak film yang melecehkan ummat Islam, langsung tidak langsung, kentara dan tidak kentara. Tapi film-film itu dibuat di negeri lain, oleh orang-orang bukan Islam, dan memang dengan niat culas. Nah, PBS ini dibuat di dalam negeri, oleh sutradara bangsa sendiri. Ternyata niatnya sama juga. Culas.

Bagaimana kita bisa tahu bahwa niatnya culas ?

Kalau niat Hanung baik, misalkan terhadap yang buruk-buruk itu dia mau mengeritik secara konstruktif, maka dia akan berikan perbandingan pesantren yang rapi indah, tidak kumuh dan dia tonjolkan tokoh Kiyai yang berwibawa, yang memancarkan sinar seperti lambang Muhammadiyah. Itu tak dilakukannya.

Pak Taufiq, bagaimana jalan cerita film Perempuan Berkalung Sorban itu, yang novel aslinya ditulis Abidah El Khaliqy ?

Wah, saya tidak mau jadi petugas humas Hanung itu, menjelas-jelaskan jalan cerita filmnya untuk pembaca. Buat apa? Itu bukan kerja saya. Anda sebagai wartawan, tuliskan sendiri ringkasan ceritanya. Itu tugas anda. Mengingatnya saja sudah muak saya.

Sudah sedemikian tidak nyamannya perasaan Pak Taufiq ?

Bukan saja tak nyaman. Muak. Mual. Anak muda ini mau menunjukkan dirinya kreatif, super-liberal, berfikiran luas, tapi dengan mendedahkan kekurangan-kekurangan dan cacat-cela ummat, yang dilakukannya dengan senang hati. Bahkan mengarang-ngarang hal yang tidak ada.

Misalnya bagaimana ?

Misalnya diada-adakannya adegan rajam. Di pesantren tidak ada hukuman rajam terhadap pelaku zina seperti fantasi dalam kepala Hanung itu. Kemudian tokoh Nyai, isteri Kiyai lewat dialog memberi komentar tentang hal itu dengan mengutip Injil tentang Maria Magdalena. Apa hubungannya itu? Kenapa harus diambil dari khazanah Kristen? Pengambilan khazanah Kristen bisa saja, tapi baru masuk akal kalau sebelumnya ada pendahuluan reasoning, ada pemaparan logikanya. Ini tidak ada. Mendadak saja, ujug-ujug, kata orang Pekalongan. Kentara betul Hanung mau tampak hebat, memperagakan luas horison pandangannya. Sok betul. Sombong.

Apakah di novel aslinya ada adegan rajam itu ?

Mboten wonten, Mas. Tidak ada. Di sini terjadi improvisasi sutradara. Dan ini improvisasi yang kurang ajar. Maaf keras betul kalimat saya. Maaf. Di bagian ini Hanung tidak minta permisi pada novelis Abidah El Khaliqy, tidak amit-amit. Dia main terjang saja. Dia tidak kenal etik.

Apakah penambahan jalan cerita atau improvisasi harus izin novelisnya ?

Tidak harus begitu. Tergantung bentuk kontrak juga. Tapi sebagai sesama seniman dalam kreasi karya bersama begini, paling tidak harus ada diskusi. Diskusi tersebut dalam hal ini tidak ada.

Tidak ada ? Bagaimana Pak Taufiq tahu ?

Saya pernah tanya Abidah. Mereka pernah ada diskusi tentang esensi cerita, mengenai feminisme, tentang kehidupan pesantren, tetapi mengenai rajam tidak ada. Lalu…

Lalu bagaimana, Pak Taufiq ?

Lalu dia tabrak saja, jebret, bikin adegan rajam. Lantas fantasi dusta berikutnya yang menyolok adalah adegan pembakaran buku di pesantren itu. Di novel Abidah tak ada adegan pembakaran buku. Abidah lebih logis dan tidak sok seperti Hanung.

Seingat saya pembakaran buku pengarang-pengarang anti komunis dilakukan PKI dan ormas-ormasnya di tahun 1964 atau 1965, betul Pak ?

Betul sekali. Nah, di pesantren itu, di kelompok santri, ada diskusi buku. Dibicarakan tentang pengarang yang tertindas, ditahan tanpa diadili, tapi tetap kreatif, tetap menulis buku. Yang dimaksud adalah Pramudya Ananta Tur. Diperlihatkan kulit buku novel Bumi Manusia, yang dilemparkan ke dalam unggun. Adegan ini dibikin-bikin, dan bodoh betul.

Maksudnya ?

Pertama, adegan ini dalam novel tak ada. Jadi ini keluar dari otak Hanung sendiri, tanpa permisi novelisnya. Kedua, kalau dia betul-betul anak Muhammadiyah, maka pengarang yang tertindas, ditahan tanpa diadili 2,5 tahun, tapi tetap kreatif, menulis buku, maka pengarang itu adalah Buya Hamka. Bukan Pramudya. Yang wajib disebut adalah Buya Hamka. Hanung ini, yang mengaku-ngaku anak Muhammadiyah, ternyata buta sejarah perjuangan tokoh besar Muhammadiyah ini. Karya luar biasa Buya Hamka tersebut adalah Tafsir Al Qur’an Al-Azhar, yang dirampungkannya dalam tahanan, selesai 30 juz, dikagumi seluruh dunia Islam.

Kalau begitu Hanung keliru besar, menokohkan Pram dalam hal ini ?

Sangat keliru ! Tapi memang pada dasarnya dia kekiri-kirian, mode anak muda zaman kini, tidak sadar mengangkat diri sendiri jadi agen muda Palu Arit. Lagi-lagi Hanung rabun sastra: Pramudya tahun 50-an 60-an dalam karya-karyanya sinis terhadap orang sholat, benci kepada haji. Tokoh-tokoh haji dalam novel-novelnya buruk semua: mindring, kaya, bakhil, membungakan uang. Tapi di luar ini semua, menjelang meninggalnya, tanda-tanda menunjukkan Pramudya khusnul khatimah. Alhamdulillah. Mudah-mudahanlah Pram beroleh hidayah. Allah berbuat sekehendak-Nya.

Kembali kepada rasa tidak nyaman Pak Taufiq tadi…

Lebih dari tidak nyaman. Muak. Mual.

Silakan kalimat penutup, Pak.

Saya merasa dihina dan dilecehkan oleh film Perempuan Berkalung Sorban, disutradarai Hanung Bramantyo, yang menistakan lembaga pesantren dan tokoh Kyai, waratsatul anbiya, berlindung di balik topeng kebebasan kreasi dengan sejumlah improvisasi yang bodoh dalam semangat super-liberal. Para aktivis seni Marxis-Leninis-Stalinis-Maois saja di tahun 50-an 60-an tidak ada yang bisa membuat film pelecehan pesantren dan Kiyai seperti yang dilakukan Hanung di abad 21 ini. Kalau dia sudah beredar lima dasawarsa yang lalu, maka Hanung Bramantyo bagus diusulkan mendapat Bintang Joseph Stalin atau Anugerah Dipa Nusantara Aidit.***

sumber :http://www.suara-islam.com/news/berita/wawancara/964-hanung-kau-keterlaluan-pesantren-dan-kiyai-begitu-kau-burukkan

dari wawancara diatas Film Hanung, Perempuan Berkalung Sorban (PBS) menuai kontroversi dimana-mana, karena lebih bermuatan kepada nuansa liberal dan pendiskreditan kehidupan pesantren daripada syiar Islam sendiri. Di film PBS ini pun Hanung banyak melakukan penyimpangan dari novel aslinya, bahkan penyimpangan sejarah (Taufiq Ismail).

Kalau filmnya yang lain saya kurang tau. Ada satu filmnya Lentera Merah. Itu juga saya lebih mengenalnya sebagai film horror ketimbang film komunis. Komunis? Saya belum pernah nonton, jadi ga bisa komentar banyak soal film ini. Tapi dari hasil blog-walking tadi, film ini kental bernuansa komunis. Googling aja deh. Panjang ntar dibahas disini.

Di filmnya kali ini, bercerita mengenai biografi hidup KH. Ahmad Dahlan, Pendiri Muhammadiyah. Awal-awalnya sudah mulai berpikir, “ada perubahan dengan film Pak Hanung.” Namun semakin ke tengah semakin banyak pula yang mengganjal. TIDAK SEMUA, tapi ADA.

Di Bagian Boedi Oetomo. Menurut saya, film ini “terlalu baik” mencitrakan Boedi Oetomo kalau mengingat-ngingat sepak terjang Boedi Oetomo di era yang lampau. Saya tidak berlebihan. Kalau filmnya tentang freemasonry ya ndak apa-apa dicitrakan baik, wajar. Nah, masalahnya ini di film biografi KH. Ahmad Dahlan, salah satu pionir organisasi dakwah di Indonesia. Boedi Oetomo tidak lain tidak bukan adalah organisasi yang sangat membenci Islam dan pernah menghina Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.

Bahkan dalam bukunya, API SEJARAH 2, Prof. Ahmad Mansur Surya Negara mengatakan, sebaiknya pemerintah mengkaji ulang keputusan menetapkan hari lahir Boedi Oetomo sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Penghinaan pertama organisasi ini pada Rasulullah saw tercatat pada tanggal 9 dan 11 Januari 1918 M melalui media mereka, Djawi Hisworo. Kemudian pada Majalah Swara Oemom 18 Juni 1930 yang dipimpin oleh Dr. Soetomo. Melalui artikel yang ditulis oleh Homo Soem, mereka melancarkan aksi anti haji dan anti Islam. Dan seterusnya (di tulisan saya berikutnya, insyaAllah, akan dibahas, panjang sih).

Inget bagian setelah KH. Ahmad Dahlan naik haji? Ada scene-scene yang bertuliskan “Allah meliputi udara, Allah meliputi air…….” (cuma itu tulisan yang saya ingat, kalo ga’ salah satu lagi “pasir”). Intinya Allah meliputi makhluk-Nya. Setau saya itu merupakan ajaran Wihdatul Wujud, atau orang Jawa bilang Manunggaling Kawula Lan Gusti, yaitu penyatuan makhluk dengan Tuhan-nya. Paham ini dulu dibawa oleh Syekh Siti Jenar.

Ini malah jadi mengingatkan saya pada Dr. Soetomo, tokoh Pendiri Boedi Oetomo, bukan pada KH. Ahmad Dahlan. Kepada K.H. Mas Mansoer, Dr. Soetomo mengaku, bahwa segenap Alam raya merupakan penjelmaan dari Tuhan dan manusia sebagai penjelmaan Tuhan paling akhir. Oleh karena itu, manusia sebagai penjelmaan Tuhan tidak perlu melakukan shalat seperti yang diajarkan Rasulullah saw.

Lalu mengenai kontroversi pemeran-pemerannya. Saya sendiri hanya tau, tapi tidak mendalam mengenai latar belakang Lukman Sardi (pemeran KH. Ahmad Dahlan dalan film ini). Berita yang beredar ada dua buah, pertama ada yang bilang dia sudah keluar dari Islam, alias murtad, dan kedua ada juga yang mengatakan dia masih Islam, cuma Istrinya yang non-Muslim. Keduanya tetap saja tidak patut dicontoh. Terlepas dari mana yang benar (Mudah-mudahan beliau masih tetap seorang Muslim), sudah selayaknya film yang akan dikonsumsi masyarakat, apalagi film yang katanya bergenre RELIGI, diperankan oleh orang-orang yang bisa dijadikan panutan.

Coba deh Anda yang jadi sutradara film ini, pasti kriteria yang Anda pilihpun tidak jauh-jauh dari karakter tokoh aslinya. Karena film ini membawa sejarah hidup orang lain, seorang tokoh dari dunia ISLAM.

Para artis ini adalah publik figur. Suka atau tidak, mau tidak mau, paham tidak paham, ga’ sedikit masyarakat (pemuda) yang akan menjadikan mereka panutan. Jadi sudah selayaknya seorang sutradara yang bijak memilih seorang dengan karakter yang baik untuk filmnya, bukan sekedar alasan komersil. Menurut anda sendiri, kalau Anda yang berada diposisi Didi Petet dan Deddy Mizwar, siapa yang akan Anda pilih jadi pemeran Ana Althafunnisa, Julia Perez atau Oki Setiana Dewi? (lagi) menurut Anda, apa mungkin Mira Lesmana dan Riri Reza akan memakai lagi Ariel Peter Pan sebagai pemeran Arai di film Edensor (kalo-kalo di-filem-in)? Kalo iya, komentar saya Cuma, “WEW!”

Lalu, anda inget pasti kan scene komplotan penganut kejawen saat ingin membakar Langgar Kidul KH. Ahmad Dahlan, mereka berteriak, “Allahuakbar! Allahuakbar!!” disepanjang jalan. Menurut anda seperti mencitrakan sesuatu tidak? (yah, pencitraan lagi). Yah, wajar lagi dong. Film kan alat propaganda juga, salah satu alat mengkritik, menyampaikan. Apa yang disampaikan oleh Film pasti terkait dengan pemahaman SIAPA yang membuatnya.

Di zaman sekarang, hal tersebut adalah teriakan semangat khas aktivis-aktivis Islam saat mereka melakukan aksi, aktivis dari organisasi Islam manapun. Saya bilang teriakan khas ya, bukan berarti hanya milik kelompok tertentu. Soalnya belum pernah saya dengar anak-anak marxis teriak-teriak Allahuakbar :D .

Lantas? Ya menurut saya aneh saja kalau itu keluar dari mulut-mulut penganut kejawen anarkis yang mau membakar tempat pengajian. Kalau “bakar! Bakar!!!” itu saya percaya. Hemat saya, scene ini karangan Pak Hanung only, sama seperti ketika dia mengarang adegan rajam di film PBS, padahal di era itu, rajam di pesantren tidak ada. (sekarang ada ya?). Teriakan Allahuakbar dan semangat Jihad seperti ini pertama kali dipopulerkan oleh Bung Tomo (10 November 1945), sebelum zamannya KH. Ahmad Dahlan.

Itu saja yang saya tangkap. Kekurangan nya ditambahkan, kalo kelebihan ya dikoreksi. Oya, yang saya sampaikan adalah apa yang saya pahami dan yakini, walaupun hanya berupa tulisan kecil. sama seperti Pak Hanung, pasti dia menyampaikan sesuatu lewat film ini sesuai dengan apa yang dia yakini.

Saran gratis saya, sebelum nonton film ini, ada baiknya kita membaca dahulu perjalanan hidup KH. Ahmad Dahlan dari buku sejarah. Tapi jangan versi sejarah pemerintah. Banyak tanda bintang nya :D

“…wal tanzhur nafsummaa qoddamat lighod…”

“… perhatikan Sejarahmu untuk hari esok mu…”

(al-Hasyr [59] : 18)

Referensi :

- Api Sejarah (Prof. Ahmad Mansur Surya Negara)
- Api Sejarah 2 (Prof. Ahmad Mansur Surya Negara)
- http://rabytah.multiply.com

Wisuda ke-2, Im Feeling Blue

Hari itu 28 April 2010, hari yang cerah namun semuanya tampak biru, sebiru hati. Entah kenapa, wisuda kali ini berbeda rasanya. Setelah menyelesaikan 15 bulan kuliah di pasca sarjana UGM dan predikat cumlaude, pelepasan wisuda pasca sarjana ini terasa berbeda dengan wisuda sarjana tahun 2008 lalu. Kalau S1 dulu, berpemikiran akan masih lama di UGM karena memang berencanan lanjut ke S2. Kalau S2 ini ga akan lanjut ke S3, im feeling blue, oh my almamater. Apalagi saat Hymne Gadjahmada ini dilantunkan, tak terasa air mata berderai. Saya tidak tahu apakah ini bawaan ibu hamil yang secara hormonal sangat sensitif atau bukan. Yang jelas saya merasa, sepertinya akan jauh dari UGM, hiks hiks.. :-( .

Bakti kami mahasiswa Gadjah Mada semua
Ku berjanji memenuhi panggilan bangsaku
Di dalam Pancasila jiwa seluruh nusaku
Kujunjung kebudayaanmu kejayaan Indonesia….

Bagi kami almamater kuberjanji setia..
Kupenuhi dharma bakti tuk Ibu Pertiwi
Di dalam persatuan jiwa seluruh bangsaku..
Kujunjung kebudayaan kejayaan Nusantara…

Toga Wisuda

Di Wisuda itupun, saya cewek sendiri diantara wisudawan fisika :-D ,its no prob. Tanggung jawab sebagai alumni pasca sarjana Gadjahmada pun, kuhayati lewat sumpah alumni Gadjahmada. Tetapi sayang, untuk sumpah nomor 5 saya tidak bisa berucap keras dan lantang, karena itu susah untuk dilakukan :D .Terakhir kali saat nama saya di bacakan dan diberikan ijazah serta piagam, saya sangat berterimakasih tak terkira kepada, kedua orang tua, suami, dan dosen pembimbingku yang menjadikan mimpi ini nyata, sungguh tak ternilai perjuangan kalian :) .

Pada wisuda ini pun prosesinya berjalan lebih khusyuk, dulu pas S1 euforia sangat jelasm hingga momen foto-foto seakan tak hneti oleh prosesi wisuda. Anyway, dalam wisdua ini pun diwisuda pula bapak menteri Hukum dan HAM RI masa SBY, bapak Patrialis Akbar :D. Dan yang terakhir setiap ilmu, semakin kita mempunyainya banyak, makin banyak pula kewajiban kita untuk menyampaikannya. Karena ilmu adalah cahaya, makin disebar makin menjadi penerang hidup. Semoga dengan segera menemukan media menyalurkan dan menghidupkan kembali cahaya itu. Amieen.. Wish Me Luck, Everybody.. :)

Hampa Hati

Sudahlah.. katakan saja kau tak tahu apa itu hampa
Sudahlah.. katakan saja kau tak tahu apa yang kurasa
Sudahlah cukup sudah aku dan hujan ini yang tahu
Betapa rasa ini menyiksa dan teruus menyiksa


Tidak, aku tidak ingin jadi wanita penuntut
atau ksatria tegar tanpa teteskan air mata
yang bisa kulakukan berbisik pada gemerincik hujan
yang suaranya makin didengar makin mengusik jiwa
walau begitu mereka tahu diri ini sedih memelihara rasa ini


Klise!! ku hanya ingin kau tahu, betapa ku butuh dirimu
bisakah kau merinduku, sebelum kumerindumu…
Denyut rahim ini ternyata bisa mendengarkan hampa hati ini
Aghh.. lagi lagi ku hanya bisa bertanya pada awan yang berjalan
Dan kuhanya bisa mengadu padaNya, luaskan kasihMu lebih untukku disini

Yogyakarta, 05 Mei 2010

(Saat sendu tak menentu, saat hujan tak mereda jua)

Hadist Tentang Keutamaan Abu Bakar

Tulisan ini berdasarkan resume dari buku ‘Mengenal Keutamaan Mutiara Zaman” karangan Hamd in Abdullah Bin Ibrahim Al-Humaidi penerbit Darul Haq, semoga resume ini berguna untuk semua :)


1. Apabila Rasulullah akan menunjuk seseorang untuk menduduki jabatan tersebut, pasti akan dikatakannya dengan jelas dan tegas dan tidak dengan
samar-samar. Dalam hal ini seorang cucu Imam Ali yang bernama Hasan Al-Muthanna bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib, ketika ditanyakan kepadanya, apakah hadits :

“Man Kuntu Maulahu Fa Aliyyun Maulahu “. itu merupakan Nash pengangkatan Imam Ali sebagai Khalifah, bila Rasulullah wafat ?. Beliau menjawab : Apabila yang dimaksud oleh Rasulullah itu kekhalifahan sesudahnya, maka beliau akan berkata dengan jelas sebagai berikut : “ Hai orang-orang, ini adalah penggantiku yang akan memimpin kalian sesudahku, maka dengarkanlah dia dan patuhi “.


Kemudian lanjut cucu Imam Ali tersebut : “ Saya bersumpah demi Allah, andaikata Allah dan Rasul Nya menunjuk dan memilih Ali untuk menduduki jabatan Khalifah tersebut, dan kemudian Ali tidak melaksanakannya, maka beliau adalah orang pertama yang meninggalkan perintah Allah dan Rasul Nya”.


Ketika penanya bertanya lagi : “Tidakkah Rasulullah pernah berkata : “Man Kuntu Maulahu Fa Aliyyun Maulahu ?”. Beliaupun langsung menjawab: “ Demi Allah, apabila yang dimaksud Rasulullah itu mengenai Khalifah, maka beliau akan berkata dengan terang dan jelas, sebagaimana beliau menjelaskan mengenai shalat dan zakat, dan akan berkata : “ Hai orang-orang sesungguhnya Ali adalah pemimpin kalian sesudahku dan dia yang akan meneruskan perjuanganku”.


Itulah jawaban cucu Imam Ali mengenai hadits tersebut dan sekaligus sebagai petunjuk dari beliau mengenai tidak adanya wasiat dari Rasulullah SAW mengenai pengganti beliau. Andaikata maksud hadits tersebut sebagai penunjukan dan pengangkatan Imam Ali sebagai Khalifah bila Rasulullah wafat, sebagaimana yang diyakini oleh pengikut Ibin Saba’, maka pasti hadits tersebut akan menjadi pokok pembahasan dalam pertemuan di Sagifah Bani Saidah. Sedang kenyataannya tidak satu orangpun yang menyebut-nyebut hadits itu. Hal mana karena hadits tersebut memang tidak ada hubungannya dengan kekhalifahan, dan faham yang demikian itu sudah menjadi keyakinan kaum Muslimin saat itu, termasuk keyakinan Imam Ali dan Ahlul Bait yang lain. Bahkan apabila hadits tersebut, dimaksudkan sebagai penunjukan dan pengangkatan Imam Ali sebagai Khalifah bila Rasulullah wafat, maka pertemuan untuk memilih Khalifah di Sagifah Bani Saidah tidak akan terjadi atau tidak sampai diadakan, sebab otomatis begitu Rasulullah wafat, Imam Ali langsung menjadi Khalifah, sebab beliau sudah diangkat oleh Rasulullah.

2. Anas meriwayatkan dari Abu Bakar bahwa ia berkata, “ saya pernah berkata kepada Rosululloh ketika kami berasa di dalam gua, “ Sekiranya salah seorang melihat kea rah telapak kakinya pasti ia melihat kita!” Beliau berkata, “ Bagaimana perkiraanmu wahai Abu Bakar jika ada dua hamba sedang Allah yang ketiganya “ (sedang Allah melindunginya)


3. Aisyah meriwayatkan bahwa Rosululloh pernah berbicara kepadanya saat beliau sakit
“ Panggillah Abu bakar kemari, ayahmu dan saudara lelakimu agara aku bisa menulis pesan, sebab aku khawatir aka muncul orang yang berharap lalu berkata, “ Aku lebih berhak. Sesungguhnya Allah dan segenap kaum mukminin hanya rela menerima Abu Bakar.”


4. Jubeir Bin Muth’im meriwayatkan ‘ Seorang wanita datang menemui Rosululloh , kemudian Rosululloh menyuruhnya agar datang di lain hari. Wanita itu bertanya: “ Bagaimana jika nantinya aku tidak menemuimu lagi?


“ Maksudnya bagaimana bila beliau telah wafat, Rosululloh menjawab: “ Jika engkau tidak menemuiku maka Temuilah Abu Bakar “


5. Sedangkan hadist mutawatir yang menjelaskan keutamaan Abu Bakar adalah
“ Andaikata aku akan mengangkat seorang khalil (kekasih) dari umatku niscaya aku angkat Abu Bakar, tetapi cukuplah sebagai saudara dan sahabatku. Sungguh Allah telah menganggkat sahabat kalian ini (maksudnya diri beliau sendiri-pen) menjadi khalil-Nya”



6. Dan telah diriwayatkan pula dari sejumlah sahabat, diantaranya Abdullah bin Mas’ud, Au said Al Khudri, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Az-Zubeir dan lainnya. Dalam sebuah riwayat telah disebutykan salah satu keutamaan beliau masuk surge dari delapan pintunya,. Sebagaimana disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ia berkata, Abu Akar berkata, “ Ayah ibuku menjadi tebusannya wahai Rosuylulloh cukuplah seorang dipanggil dari salah satu pintu tersebut, lalu adakah yang di panggil dr seluruh pintu?” Rosululloh menjawab. “ Ada, dan saya harao engkau termasuk orang yang dipanggil dari seluruh pintu wahai Abu Bakar!”



7. Dan diantara keutamaannya beliau adalah beliaulah yang menginfakkan seluruh hartanya fi sabilillah, Oleh sebab itu Rosululloh berkata, “Sesungguhnya yang paling besar jasanya padaku dalam persahabatan dan hartanya adalah Abu Bakar”

Subhanallah, begitu mulianya seorang khalifah Abu bakar, walau dengan kepemimpinannya selama 3 tahun, namun perubahan besar serta semangat jundi yang berkobar tinggi selalu ada, lantas bagaimana dengan kita?? *Menunduk Maluw Tak Berdaya*

Jakarta Circumstances

plazagal.jpgplazagal.jpgplazagal.jpg

Tanggal 7 Februari 2010, pertama kali saya menginjakkan kaki di ibukota negeri ini, Jakarta. Keberangkatan saya dari jogja hari minggu pagi dengan menggunakan kereta api taksaka. Perjalanan terasa menyenangkan karena ditemani suami :D .Ini untuk kali kedua perjalanan saya menggunakan kereta setelah sebelumnya ke Bandung dalam rangka seminar internasional di Bandung. Menjelang maghrib kami sudah tiba di Jakarta. Hari pertama di sini, udara paginya terasa menyesakkan dada, penuh dengan asap kendaraan, padahal saya tidak berada di pinggir jalan melainkan di rumah kontrakan. Apalagi siang harinya panasnya sangat menyengat jauh beda dengan panasnya Jogja.

Mulai beradaptasi dengan teriknya udara Jakarta, dengan segala ornament yang ada disini, memuat hidup kaya makna. Walaupun kemana-mana harus jalan kaki, namun terasa mengasyikkan karena bersama yayank. Pertama kali saya ke pasar, beli tempe yang belum matang, saya tanya, “ ini berapa bang”, abangnya jawab, “ Goceng neng..” sambil meladeni pembeli lain, dan saya masih terbengong-bengong, goceng itu berapa?, saya beranikan lagi bertanya, “Berapa bang??” sampai 3 kali abangnya bilang hal yang sama. Batinku berkata, susah sekali jadi orang Jakarta, semua kata katanya tidak kumengerti ditambah lagi ngomongnya cepet-cepet lagi. Abangnya akhirnya tahu muka gusarku, dia menunjukkan 5 jari yang artinya lima ribu, woalah baru tahu saya bahasa isyarat emang lebih mudah dimengerti :D. Berbeda daerah ternyata berbeda pula tipikal orangnya, orang Jakarta sini cenderung ringas, alias cepat berjalannya, cepat logikanya dan cepat dialeknya.

“ Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata. untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah)”. (Qs 50 : 7 -8)



Dan Mulai sejak saat itu, saya pindah urusan tarbawi pula di jakarta. Subhanalloh, pertama kalo mencari surat transfer dan sebagainya, menjadikan diri ini menjadi lebih qowi dibanding dengan sebelumnya. Dan ikhwah di Jakarta sini, lebih harokers ternyata, karena untuk liqo saja harus menempuh berjauh-jauh tempatnya, sudah begitu harus merogoh kocek yang ga terlalu sedikit. Dan lebih nyamannya, disini saya bergabung liqonya dengan ibu-ibu, sehingga lebih bagus untuk kebutuhan ruhiyah dan psikis saya.

Amanah Cinta

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk dan patuh kepada Engkau dan jadikanlah anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha penerima tobat lagi Maha Penyayang” (QS Al-Baqoroh : 128)




Alhamdulillah, segala syukur tercurah untukNya, atas segala limpahan karuniaNya yang tidak ternilai dengan apapun juga. Salah satu karunia itu adalah kehamilahku yang kini menginjak usia 4 bulan. Saya mengetahui saat saya hamil di minggu ke empat, saya merasakan perih dan rasa melilit yang sangat di perut sebelah kiri saya. Seminggu sebelumnya nafsu makan saya bertambah sangat banyak dan sangat banyak, berasa lapar dan lapar terus.ketika suami pulang mingguan dari Jakarta, kami menyempatkan diri untuk periksa kandungan. Sebenarya saya tidak tahu apakah saya hamil atau tidak, malah saya mengiranya ada kelainan di dalam rahim saya sehingga perih. Sampai-sampai saya berpikiran negatif kalau sakit yang kurasa di perut sebelah kiri bawah ini adalah kista. Doa malam dalam tahajud selalu terlantun dan berharap semoga semuanya baik-baik saja, atau pun apabila dikasih suatu penyakit, penyakit itu bisa disembuhkan dengan segera.

Sabtu, 5 Desember 2009 saya dan suami mencari Rumah sakit ibu anak yang ada dokter kandungan perempuannya, karena mungkin hari sabtu merupakan hari libur PNS dari 5 hari kerja, sulit sekali menemukan dokter kandungan perempuan. Saya hampir putus asa, takut sekaligus frustasi dengan sakit di rahim saya, karena selama ini yang saya dengar sakit perut bagian sebelah kiri bawah pertanda kista. Tanpa sepengetahuan saya suami berinisiatif menelfon JIH (Jogja International Hospital) dan Alhamdulillah diisana ada dokter ginekologi perempuan, namanya Dr. Enny. Akhirnya kami bertolak kesana, kami menunggu antrian sangat lama mulai dari jam 13.00-17.00 WIB. Kami menunggu giliran, hasil lab, dan USG dengan hati deg-degan ga karuan. Dokter agak bingung dengan hasil USG apakah saya hamil atau bukan, memang terjadi pelebaran rahim namun belum tahu isinya apa, hanya semacam pelebaran saja dan saya untungnya membawa kalender haid, tertanda disana 31 oktober haid saya lingkari sebagai tanda haid terakhir saya, saya pun tidak sadar ternyata saya terlambat 4 minggu, terus kami diminta untuk menunggu hasil lab. Kami berdua hanya bisa dzikir, pasrah, dan tawakal apapun hasilnya harus diterima dengan sabar dan ikhlas. Tetapi di luar dugaan kami, dokter bilang bahwa hasil USG dan hasil lab menunjukkan saya hamil, betapa berita itu sangat mengejutkan dan segera kami mengucap syukur Alhamdulillah atas kehamilan ini. Usia kehamilan saya waktu itu belum bisa dideteksi karena janin nya masih sangat kecil, hanya berpegang pada hari terakhir haid, jadi usia kehamilan saya 4 minggu.

Dr Enny, dokter yang sangat baik dan ramah sekaligus pintar. Begitu tahu ada tanda-tanda janin di rahim saya, saya diberi wejangan dari A-Z. Mulai dari tidak boleh meminum minuman yang bersoda, makanan seafood, makanan fastfood, makanan ber-MSG, makanan berpengawet dan ber-pewarna, makanan yang tidak diolah alias lalapan, makanan yang disinyalir mengandung formalin bakso dan mie ayam, alkohol, merokok, bau rokok, bau bensin, buah yang tidak dikupas, dan makanan yang dibakar ex sate. Itu semua di gunakan sebagai antisipasi terjadinya kecacatan pada janin, sedang buah yang tidak dikupas, sate kambing, serta lalapan berpotensi terjangkitinya tokso, selain memegang kucing tanpa mencuci tangan ketika mau makan, berinteraksi dengan kucing yang mungkin kucing tadi masih meninggalkan kotoran kering di badannya, yang pada intinya tokso mudah sekali menyebar pada kotoran kucing yang kering. Tokso juga sebenarnya bukan berasal dari kucing saja, angsa, burung, kambing juga berpotensi untuk menimbulkan tokso, kuncinya adalah kebersihan tangan dan diri sebelum makan begitu beliau menambahkan. Disamping itu harus mengkonsumsi susu hamil yang mengandung banyak folat, untuk perkembangan janin yang normal. Saya diberi wejangan panjang dan lebar cukup ternganga, banyak sekali makanan yang harus saya kurangi agar janin ini sehat. Saya juga punya buku pegangan kehamilan, saya punya 3 buku yang mengupas tuntas kehamilan, saya cocokkan dan saya pelajari dalam-dalam.


Tri semester awal kehamilan, minggu ke minggu selalu saya catat di notes HP saya. Berikut beberapa kutipannya, 7 minggu usia kehamilan pada tanggal 26 Desember 2009 panjang janin 0,97 cm, saya mual yang teramat sangat, muntah-muntah di pagi hari, dan maunya makanan yang berkuah yang segar, saya waktu itu maunya soto saja. Semua jenis soto mulai dari soto jogja, soto klaten, soto betawi, soto padang, soto banjar, soto madura, soto lamongan, coto makasar, dsb. Saya mengabaikan dokter tentang makanan ber-MSG sedapat mungkin saya lobi penjual sotonya untuk tidak member MSG, tetapi ada kalanya permintaan itu gagal di-ijinkan karena MSG-nya udah bercampur dengan kuahnya, kalau sudah begini saya juga terima saja. Kalau dikasih makanan lain muntah-muntah, dan setelah muntah biasanya lemes banget, padahal saya waktu itu harus kejar tayang mengejar dosen untuk bimbingan tesis. Begitu selanjutnya sampai kehamilan saya 10 minggu. Banyak teman-teman saya yang menyelamati, memberi banyak wejangan, dan kadang saya agak risih dengan wejangannya, jangan naik motor, jangan naik-turun tangga, jangan kecapekan, jangan begadang terlalu malam, jangan ini, jangan itu, lama-lama saya stress, karena ya begitulah aktivitas saya sehari-hari, mau ga kayak gitu ya ga selesei tesis saya dan kuliah saya pada waktu yang telah dijadwalkan. Padahal saya harus cepet selesei, dan kuliah beres untuk bisa membersamai suami di Jakarta sedang saya sendiri sepertinya tidak kuat menghadapi kehamilan awal sendiri di Jogja. Jarak yang jauh diantara kami, dan hanya memungkinkan bertemu 2 pekan sekali, sangat tidak menentu rasanya dan membuat saya sering menangis sendiri menahan rasa rindu, cemas, dan entahlah apa namanya. Memang, ada kalanya kita butuh untuk cuek atas nasehat yang tidak membangun asal kita yakin kita kuat dan sehat, lakukanlah apa saja asal pas capek langsung istirahat. Sebagai bumil alias ibu hamil harus sadar, kita sekarang bukanlah diri kita sendiri tapi ada nyawa yang harus di rawat di tubuh kita selain kita.


Usia kehamilan saya menginjak minggu ke 11, yang dahulunya suka soto sekarang berganti dengan mie ayam, wagh padahal mie ayam dilarang dokter sedang kalau saya membuatnya sendiri di dapur rasanya mau muntah begitu pegang bawang putih. Begitu juga pas di rumah mertua, masak tempe ama udang goreng saja saya muntah-muntah karena tersengar bau bawang putih. Pada minggu ini panjang janin 4,21 cm. Treetment pada usia kandungan ini, adalah tes tokso dan rubella. Alhamdulillah saya negatif untuk keduanya. Untuk tokso bisa diobati dengan menggunakan antibiotic dan perawatan intens, sedangkan untuk rubella tidak bisa diobati yang akan berdampak pada pendengaran dan penglihatan janin. Walau saya di rumah punya 3 kucing Romy, Rulay dan Bobby yang selalu saya kasih makan layaknya manusia, 3x sehari Alhamdulillah saya negative tokso. Dokter memberi wejangan lagi makannya harus teratur, bergizi, buah dan sayur yang banyak karena keduanya bisa memperbanyak volume air ketuban sehingga membantu persalinan nantinya, dan juga minum susu rutin 2x sehari. Masa-masa kehamilan ini sungguh sangat membukakan pintu hati saya, bahwa begitu besar jasa seorang ibu, merawat mendidik sampai membesarkan kita segedhe ini, kedekatan saya dengan ibu saya di kampung jadi sangat terasa dengan adanya kehamilan ini.


“ Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepadamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian berangsur-angsur kamu sampailah kepada kedewasaan. Diantara kamu ada yang di wafatkan dan ada pula yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya ia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya.. “
(QS Al Hajj:5)




Hari itu tanggal 30 januari 2010, saya kram perut, tidak bisa berdiri tegak dan perut mules, tidak bisa BAB, dan hanya mau tiduran saja, ternyata setelah didiskusikan dengan teman-teman diplurk saya kebanyakan makan pisang yang berakibat konstipasi,dan hari sebelumnya melakukan aktivitas yang berat yaitu bukain garasi-nya yangti yang sudah aus, sehingga berat untuk dibuka, saya buka tutup garasi yang berat itu hampir 8 kali dalam seharinya, dan itu yang saya sinyalir penyebab kram perut saya, solusinya istirahat seharian. Untungnya pas hari sabtu, jadi tidak ada aktivitas akademik di kampus. Saya dan suami melakuka kontrol kehamilan lagi pada saat usia kehamilan 13 minggu, hari itu sabtu, 6 Februari 2010, panjang janin 6,15 cm. Treatment pada minggu ini adalah test DS (Down Sindrom) test ini bertujuan untuk mendeteksi adanya kerusakan otak (idiot) pada janin, jika dalam USG ditemui serabut putih di kepala bawah janin maka disinyalir janinnya kena DS. Alhamdulillah, saya juga negative DS.


Ketika usia kehamilan saya 12 minggu sampai sekarang 16 minggu saya sudah jarang muntah, dan saya bertolak membersamai suami di Jakarta. Kuliah sedah selesei, tinggal menunggu wisuda, hidup lebih stabil, banyak makan, dan insya Allah lebih tenang. Ternyata memang benar, hakikat suami istri untuk lebih menentramkan hidup dan saling membuat ketenangan diantara keduanya. Dan memang sebaiknya pada masa-masa kehamilan, sebagai bumil harus selalu bahagia dan energik serta berpikiran positif, karena kehamilan adalah anugrah terindah bagi seorang wanita. Semoga kami bisa menjaga amanah cinta ini sampai dia lahir dan dewasa hingga menjadi jundi/jundiyah penegak kalimatullah dan generasi Robbani.

Next »